4 athugasemdir

Jauhi Minuman Keras yang telah diharamkan Allah

Celakanya Miras

Oleh : Buya Mas’oed Abidin

Minuman Keras sangat berbahaya dan membahayakan orang yang meminumnya. Hadist Nabi Muhammad SAW melaknat minuman memabukkan mencakup kepada sepuluh golongan: 1) yang memerasnya, 2) yang minta diperaskan, 3) yang meminumnya, 4) yang membawanya, 5) yang minta di antarkan, 6) yang menuangkannya, 7) yang menjualnya, 8) yang makan hasil penjualannya, 9) yang membelinya, 10) yang minta dibelikan. ” Demikian salah satu hadist riwaayat At Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Al Khamr secara bahasa atinya tertutup. Orang yang mengkonsumsi khamr menyebabkan akalnya tertutup, tidak bisa mengingat dirinya dan mabuk. Rasulullah SAW menetapkan khamr (miras) tidak semata dari bahan membuatnya, tetapi pengaruh yang ditimbulkan, yaitu memabukkan yang menyebabkan hilang akal, seperti ganja, arak, tuak dan sejenisnya, hukumnya adalah haram.

Akal adalah organ mulia anugerah Allah Subhanahu wa Ta’ala Hukum Islam menegaskan meminum khamr baik sedikit apalagi banyak adalah haram. Rasulullah SAW bersabda: “Minuman apapun kalau banyaknya itu memabukkan. Maka sedikitnyapun adalah haram.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan At Tirmidzi)

Agama Islam menetapkan khamr sebagai ummul khabaa-its atau « sumber segala perbuatan keji » dan miftahu kulli syarrin yakni « kunci segala kemaksiatan ». Manakala akal sudah tertutup oleh pengaruh khamr adalah lumrah saja seseorang bertindak di luar kontrol. Tindak kejahatan akan dilakukan. Perkelahian, pembunuhan, kejahatan mengganggu ketentraman dan meresahkan lingkungan akan menjadi-jadi. Alquran memerintahkan manusia untuk menjauhi atau mengharamkan khamr ini. Wahyu oleh Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 90-91 menyebutkan, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan merupakan perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu memperoleh keberuntungan. Sesungguhnya syetan itu hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran khamr dan berjudi itu, dan hendak menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu.”

Dapat disimpulkan bahwa khamr (miras) adalah rijsun. Sesuatu yang keji dan kotor (najis). Khamr (miras) adalah perbuatan syetan. Khamr (miras) selalu menyeret kepada kejahatan, permusuhan, dan kebencian di antara manusia. Khamr (miras) menghalangi manusia dari berbuat baik, menjauhkan manusia dari berzikir kepada Allah dan menghalangi manusia untuk mendirikan shalat. Miras dalam segala bentuk dan kadarnya adalah haram. Allah SWT menetapkan haram dan memerintahkan untuk menjauhinya, demi keselamatan manusia.

Sebelum ayat Alquran dalam surat Al Maidah: 90-91 itu di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, kebiasaan masyarakat Arab sudah biasa meminum khamr. Setelah Allah mengharamkan khamr melalui ayat ini, masyarakat Arab langsung meninggalkan karena kepatuhan kepada Allah dan Rasulullah. Ketika ayat ini sudah turun, maka Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr, maka barangsiapa yang telah mengetahui ayat ini dan masih mempunyai khamr walaupun sedikit, maka jangan diminum dan jangan dijual.” (HR. Muslim). Dalam riwayat hadist ini dijelaskan, bahwa para sahabat secara serentak menumpahkan semua minuman keras yang ada di rumah mereka. Di saat itu kota Madinah digenangi khamr yang ditumpahkan kaum muslimin sambil berseru, “Intahaina ya Allah!” (Kami telah menjauhinya, ya Allah!).

Sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu sempat berkata, “Seandainya ada satu tetes khamr (minuman keras) jatuh ke laut, kemudian laut itu kering, lalu tumbuh sebatang pohon yang buahnya bisa dimakan, maka andai saja lidahku telah kering kehausan dan perutku menjerit kelaparan, niscaya aku tidak akan mendekatinya.”

Sikap tegas ini ditunjukkan juga oleh Umar bin Khatab Radhiallahu ‘Anhu. Di hadapan orang banyak dia berseru, “Demi Allah! Seandainya setetes khamr jatuh ke tanganku, niscaya akan kupotong tanganku ini dan kulepaskan dari tubuhku.” Satu bentuk kepatuhan salafus-shalih di masa Rasulullah Shallalahu ‘ali wa Sallam dalam mengikuti perintah Allah dalam Alquranul Karim. Para sahabat dan orang-orang mukmin sangat meyakini bahwa Allah tidak akan melarang sesuatu, kalau tidak ada mudharat di dalamnya. “Sesungguhnya Allah tidak pernah menzalimi manusia, manusia juga yang menzalimi dirinya sendiri.”

Dalam satu peringatan diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Abu Malik Al Asy’ari, sesungguhnya Abu Malik Al Asy’ari telah mendengar Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia dari ummatku akan meminum khamr dan mereka akan menyebutnya dengan selain namanya (selain khamr).” Ini amat membahayakan di dalam pergaulan global ini. Na’udzubillah min dzalik.

Wassalam, Buya H. Masoed Abidin.

About these ads

4 comments on “Jauhi Minuman Keras yang telah diharamkan Allah

  1. terimakasih buya…

Færðu inn athugasemd

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Breyta )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Breyta )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Breyta )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Breyta )

Connecting to %s

Fylgja

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: