Perang Asimetris Hamas

janúar 14, 2009

Perang Asimetris

MULANYA Israel ingin meniru taktik perang Amerika di Irak: menghabisi Hamas laksana main PlayStation, menggunakan superioritas udaranya. Sepertiga cadangan roket Hamas hancur dibom pesawat Israel. Sungguh, Hamas tak pernah selantak ini. Toh, setelah serangan itu, 500-an roket Hamas masih menghujani wilayah Israel.

Pada 3 Januari lalu, Israel menggelar serangan darat. Besoknya, tentara mereka—dilengkapi tan k Merkava, dilindungi tembakan howitzer, dikawal helikopter Apache dan pesawat taktis F-16—sudah membagi dua Gaza, wilayah seluas setengah Jakarta. Tapi Hamas, yang terlatih dalam peperangan asimetris, yang mengandalkan taktik gerilya, tak kunjung takluk. Inilah kekuatan Israel versus Hamas.

Angela Dewi, Philipus Parera, YS

Tak Kenal Damai

Pada 1918 Inggris merebut Palestina dari Turki. Inggris menjanjikan negara bagi Yahudi di tanah Palestina.

1946
Pemukim Yahudi tidak sampai sepersepuluh penduduk Palestina.

1947
PBB membagi wilayah Palestina menjadi dua negara: untuk Yahudi dan Arab. Yerusalem berada di bawah pengawasan dunia.

1949 – 1967
Tak lama setelah Negara Israel diproklamasikan pada 1948, negara-negara Arab mengibarkan perang. Israel menang perang dan menguasai wilayah Palestina. Pada 1967 kembali meletus perang.

Tidak hanya memenangi perang yang dikenal sebagai Perang Enam Hari, Israel menguasai Tepi Barat, Sinai, Gaza, dan Dataran Tinggi Golan.

2000
Presiden Clinton menjadi tuan rumah negosiasi perdamaian pada pertengahan tahun 2000. Perundingan dilanjutkan di Taba, Mesir, pada tahun berikutnya, tapi Kamp David II ini gagal.

Serangan Roket ke Israel Serangan Udara ke Gaza
60 27/12 150
40 100
70 100
40 110
67 66
50 70
30 65
40 3/1 40

DEMOGRAFI
Luas: 365 Km2
Populasi: 1,4 juta (48,8% di bawah 15 tahun)
Mata pencarian: Jasa (60%), Industri (25%), Agrikultur (10%)

F-16
Andalan Israel untuk menjatuhkan aneka bom, termasuk bom pendobrak bunker yang menghancurkan terowongan bawah tanah di Rafah.

Pantai Gaza
Salah satu jalur senjata Hamas. Panjang garis pantai 55 kilometer. Sejak 2006 Israel melarang nelayan Gaza keluar lebih dari 6 mil laut.

Terowongan
Hamas membangun jaringan terowongan bawah tanah untuk menyelundupkan senjata dari Mesir. Tahun lalu dari terowongan ini diselundupkan 175 ton bahan peledak dan 10 juta butir peluru.
Lokasi: Rafah dan sepanjang jalur Philadelphi
Jumlah: 400 buah

KHAN YUNIS
Terjadi perang kota antara Hamas dan Israel

KOTA GAZA
Sekolah PBB dibom Israel, 3 tewas.

Pangkalan Roket Hamas ke Israel
Setengah juta penduduk Israel dalam jangkauan roket Hamas yang ditembakkan dari Gaza.

4 Januari
Israel membelah Gaza.

JABALYA
Sekolah dihajar peluru artileri, 42 tewas.

Hamas meluncurkan roketnya dari wilayah padat penduduk.

Roket Qassam
Dibuat sendiri oleh Hamas
Jangkauan: 13 kilometer
Hulu ledak: 10 kilogram

Roket Grad
Lebih jauh dan lebih akurat dari roket Qassam, Grad dapat menjangkau beberapa kota di Israel, termasuk Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba. Tapi Tel Aviv, Yerusalem, dan—rumah reaktor nuklir Israel—Dimona masih 75 kilometer lagi.
Jangkauan: 20 kilometer
Hulu ledak: 20 kilogram

Penjaga Pantai Hamas
Dibentuk: 2007
Personel: 200
Persenjataan: Beberapa kapal patroli, kapal karet, yang dilengkapi senjata ringan dan senapan mesin.

Angkatan Laut Israel
Personel: 1.800, dengan 1.000 orang cadangan
Persenjataan: 13 kapal perang, 3 kapal selam, 50 kapal patroli cepat .

Tiga Hamas, Satu Israel
Tentara Israel terlatih menghadapi taktik gerilya di wilayah kota. Namun, menurut Efraim Inbar, Direktur Begin-Sadat Center for Strategic Studies di Bar-Ilan University, perang itu akan dibayar mahal. ”Lusinan tentara Israel bisa tewas, meski tiga atau empat Hamas akan mati untuk setiap satu Israel yang tewas,” ujarnya.

Israel
Personel: 176.500 orang (peringkat 31 dunia), 2,9 juta lainnya siap dimobilisasi
Anggaran militer: US$ 18,7 miliar (sekitar Rp 187 triliun), 9,4 persen pendapatan domestik bruto
Persenjataan:

  • Tank: 970 tank kelas berat, termasuk Merkava
  • Artileri: 1.064 buah
  • Pesawat tempur: 875 buah, 524 di antaranya F-16
  • Pesawat angkut: 84 buah
  • Helikopter militer: 286 buahHamas
    Personel: 20 ribu, 400 pengebom bunuh diri
    Persenjataan:
  • Mortir standar 120 mm dengan mesin tambahan yang meningkatkan jangkauan dari 6 menjadi 10 kilometer
  • Beberapa lusin roket jarak jauh Grad dan beberapa ribu roket jarak pendek Qassam
  • Lusinan peluru kendali antitank Sagger dan Konkurs (Rusia), daya tembusnya 45 dan 60 sentimeter dengan jangkauan hingga 3-4 kilometer
  • Misil antipesawat SA-7 buatan Rusia
  • Bahan peledak 80 ton yang ditinggalkan Fatah

    Sumber: Hamas’s military buildup in the Gaza Strip, April 2008; globalsecurity.org; Jane’s Defence


  • Apa Kata Rizal Ramli, menurut www.kabarindonesia.com

    janúar 5, 2009

    DR. RIZAL RAMLI: Cangkir Emas Dipakai Mengemis
    Oleh : Wilson Lalengke

    11-Okt-2007, 08:12:53 WIB – [www.kabarindonesia.com]

    KabarIndonesia – Bicara blak-blakan, sangat terbuka dan lancar tanpa beban.
    Itulah kesan kuat yang melekat sebagai ciri khas ekonom lulusan Master dan Doktor dari Boston University, Amerika Serikat ini.

    Namun, ia tidak sekedar bicara alias asbun (asal bunyi) tapi semua yang dipaparkan selalu didukung oleh fakta, data dan analisa yang tajam tentang berbagai hal yang sedang dibahas, terutama bila bicara tentang persoalan ekonomi Indonesia.
    Pengetahuan dan wawasannya yang luas di bidang ekonomi ditunjang oleh
    keberanian dan kejujuran yang tinggi, memang tidak diragukan lagi. Hingga
    tidak mengherankan jika sebagian kalangan memberikan julukan kepadanya
    sebagai “The Trusted Indonesian Economist”.

    Dr. Rizal Ramli, dilahirkan di Padang, Sumatra Barat, pada 10 Desember 1953.

    Ayahnya seorang asisten Wedana sementara ibunya adalah Guru.

    Ibunya meninggal pada saat Rizal masih berumur 7 tahun, sehingga ia harus tinggal dengan neneknya di kota Bogor.

    Sebagai anak seorang guru, ia sangat rajin membaca. Ia sejak muda telah kenal dan bergaul akrab dengan berbagai buku bacaan, termasuk buku-buku penting karya Albert Einstein. Tidak heran jika kemudian ayah 3 anak (Dhitta Puti Saraswati, Dipo Satrio, dan Daisy) ini kemudian sangat mengagumi dan mengidolakan pemikir besar Einstein dan mengoleksi berbagai versi biografi dari ilmuwan berkebangsaan Jerman itu.

    Debut Rizal Ramli sebagai sosok pemikir yang kritis dan berani dimulai sejak
    suami Herawati M. Mulyono ini sebagai mahasiswa di Institut Teknologi
    Bandung (ITB). Kala itu, di tahun kedua masa belajarnya, ia sudah melibatkan
    diri dalam diskusi-diskusi yang bersinggungan dengan bidang politik di Dewan Mahasiswa, yang kemudian mengantarkannya menjadi Deputi Ketua Dewan Mahasiswa ITB tahun 1977.

    Karakter dan idealismenya sangat kuat sehingga ia berani mengoreksi kekeliruan sistim politik dan strategi pembangunan Indonesia masa itu, yang sempat mengantarkan Rizal muda ke penjara militer selama beberapa bulan dan penjara Sukamiskin, Jawa Barat, selama satu tahun (1978/1979) akibat aksi menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden.

    Sikap kritis dan tidak mau kompromi dengan kebijakan berbau korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dijalankan pemerintahan negara tetap menjadi kesehariannya hingga di usia paruh baya hari ini.

    Konsekwensi dari keteguhan idelismenya itu, Ramli praktis tidak pernah
    diberi kesempatan berkarir di pemerintahan sampai tumbangnya rezim Suharto.

    Kiprahnya bagi pembangunan bangsa melalui peran aktif di pemerintahan baru dimulai ketika Presiden Abdulrahman Wahid memintanya menjadi Kepala Badan Logistik (Bulog) pada April 2000. Saat itu, kinerja Bulog sangat buruk dan membutuhkan pembenahan internal oleh orang yang kapabel dan terpercaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap badan ini. Tugas utama Ramli oleh Presiden Gusdur, panggilan akrab Abdurrahman Wahid, adalah mendorong Bulog menjalankan kembali fungsinya dengan baik yakni memenuhi kebutuhan rakyat, menjaga harga penjualan petani sebaik mungkin dan membersihkan Bulog dari praktek KKN.

    Hanya selang beberapa bulan mengemban tugas sebagai Kepala Bulog, tepatnya pada Agustus 2000, pendiri ECONIT Advisory Group, sebuah lembaga riset yang bergerak dalam bidang ekonomi, industri dan perdagangan, ini ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Agustus 2000 – Juni 2001), dan kemudian menjadi Menteri Keuangan dari Juni hingga Juli 2001.

    Sebagai Menko Perekonomian, mantan Pemimpin Redaksi Jurnal Ekonomi dan Sosial Prisma ini juga merangkap beberapa jabatan penting dan strategis
    dalam pemulihan perekonomian yang hancur dilanda krisis moneter, yakni
    sebagai Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) dan Ketua Tim Keppres 133 untuk renegosiasi listrik swasta.

    Kinerja Ramli di pemerintahan dinilai berhasil oleh banyak pihak karena
    walau hanya dengan waktu yang relatif pendek, yakni hanya 15 bulan, ia
    berhasil melakukan sejumlah terobosan yang efektif untuk mendorong reformasi institusional, restrukturisasi sektoral maupun korporat, serta percepatan pemulihan ekonomi. Di Bulog misalnya, ia berhasil melakukan restrukturisasi agar Bulog menjadi organisasi yang transparan, accountable, dan lebih profesional, sekaligus mendorong regenerasi; meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, di mana Bulog meningkatkan pembelian gabah, bukan beras.

    Ketika menjadi Menko Perekonomian, alumni Departemen Fisika ITB ini
    mencanangkan 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi yang diakui oleh dunia internasional sebagai program pemulihan ekonomi yang kredibel. Hasilnya, ekonomi Indonesia selama tahun 2000 tumbuh sebesar 4,8%, di atas perkiraan semula yang hanya 2-3% dengan budget deficit yang lebih kecil dari perkiraan semula, yaitu hanya  3,2% dari GDP (perkiraan semula adalah  4,8% dari GDP).
    Turn around ekonomi Indonesia mulai terjadi pada tahun 2000. Total ekspor
    Indonesia selama tahun 2000 mencapai US$ 62 milyar, atau naik 27% dari
    ekspor Indonesia pada tahun 1999.

    Kebijakan yang ditempuh selama menjadi Ketua KKSK dan Ketua Tim Kepres 133 juga terbilang sukses. Sebagai Ketua KKSK, Dr. Rizal Ramli berhasil
    memutuskan sekitar 140 keputusan penting, baik yang menyangkut
    restrukturisasi hutang maupun percepatan penjualan asset yang dikelola oleh
    BPPN.

    Salah satunya adalah restrukturisasi bisnis dan hutang PT IPTN menjadi PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) sehingga viable secara bisnis dan
    finansial. Hasil dari langkah-langkah tersebut PT. DI penjualannya meningkat
    dari Rp. 508 milyar pada tahun 1999 menjadi Rp, 1,4 triliun pada tahun 2001.

    Kerugian perusahaan sebesar Rp. 75 milyar tahun 1999 berubah menjadi
    keuntungan sebesar Rp. 11 milyar.

    Itulah sebagian kecil keberhasilan dan karya dosen tamu di berbagai
    perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang dapat disebutkan di sini. Rizal,
    yang pernah mengambil dan menyelesaikan program Asian Studies di Sophia
    University, Tokyo, Jepang tahun 1975 ini, juga telah menghasilkan banyak
    sekali karya ilmiah yang telah dimuat jurnal-jurnal ekonomi terbitan dalam
    dan luar negeri. Selain sebagai pengajar bidang ekonomi, ia juga banyak
    berperan sebagai penasehat dan konsultan ekonomi bagi berbagai institusi
    baik swasta maupun pemerintah, seperti misalnya menjadi konsultan ekonomi DPR RI dari tahun 1993 hingga 1999.

    Sebagai seorang ahli ekonomi kelas dunia, sudah barang tentu akan sangat
    menarik untuk mendengar komentar dan pandangan-pandangannya tentang keadaan ekonomi serta prospek perekonomian Indonesia di tengah arus ekonomi global selama ini. Menurut Rizal, yang sejak 2006 lalu tercatat menjadi wakil pemerintah pada PT Semen Gresik (pesero) Tbk sebagai Presiden Komisaris, negara kita sebenarnya adalah negara kaya raya yang digadaikan kepada pihak asing dengan harga sangat murah; ibarat cangkir emas yang digunakan mengemis uang recehan kepada negara-negara kreditor.

    Berikut ini adalah hasil wawancara KabarIndonesia dengan Bapak Dr. Rizal Ramli di Jakarta beberapa waktu lalu, yang dituturkan dengan gaya monolog.

    KabarIndonesia (KI): Pak Rizal Ramli, politik dan ekonomi ibarat dua sisi mata uang, saling terkait satu sama lain. Mohon diuraikan pandangan-pandangan, hasil analisa, dan prediksi Pak Rizal tentang kondisi politik dan hubungannya dengan pembangunan ekonomi Indonesia ke masa depan, dan mungkin ada pesan-pesan yang dapat disampaikan kepada masyarakat kita agar bisa segera keluar dari krisis ekonomi yang belum juga pulih hingga
    kini?

    Dr. Rizal Ramli (RR): Politik di Indonesia agak berbeda dengan politik di luar negeri. Mungkin kita masih dalam tahap awal dalam berdemokrasi. Politik
    kita masih pada tahap love and hate relationship (hubungan berdasarkan cinta dan benci   red). Jadi, pemimpin itu mula-mula sangat dicintai, ekspektasi rakyat itu sangat berlebihan. Kemudian ada periode di mana mulai ada tanda tanya, betul tidak pemimpin ini bekerja untuk kita semua? Betul tidak ini pemimpin untuk semua pihak? Nah, setelah itu, seandainya
    pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab, masuk ke fase hate. Kalau
    sudah hate, orang Indonesia rata-rata selalu berkata “asal bukan”. Misalnya
    waktu itu asal bukan Soeharto, asal bukan Habibie, asal bukan Gusdur, asal
    bukan Megawati. Memang SBY (Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono   red) saat ini sudah masuk fase kritis. Sudah mulai orang berpikir asal bukan.
    Sebetulnya sangat ironis, presiden pertama yang dipilih secara demokratis,
    presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat.

    Ada dua masalah utama yang dihadapi Indonesia.

    Pertama: kualitas kepemimpinan dan yang kedua school of thought (cara berpikir   red) dalam bidang itu, yang lebih banyak mengandalkan cara berfikir apa yang dikenal di kalangan economist Washington Consensus. Yaitu garis kebijakan ekonomi dari Washington untuk negara-negara berkembang, yang mereka sendiri tidak laksanakan dalam prakteknya. Di Asia Timur ini hanya ada dua negara yang secara konsisten melaksanakan Washington Consensus, yaitu Indonesia dan Philipina. Kedua negara ini tingkat ketimpangannya sangat luar biasa. Kedua negara ini, sejak beberapa dekade terus merosot. Prestasi terbesar dari kedua negara ini adalah menjadi eksportir tenaga kerja wanita terbesar di dunia.

    Negara-negara di Asia Timur lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand,
    China, Jepang dan sebagainya tidak menjalankan Washington Consensus. Mereka lebih percaya bahwa di dalam bidang ekonomi, dalam perumusan kebijakan di bidang ekonomi, mereka lebih mandiri; menggunakan apa yang disebut model Asia Timur. Dalam model Washington Consensus, peranan pemerintah seminimum mungkin, sementara dalam model Asia Timur pemerintah memainkan peranan yang proaktif dalam bidang ekonomi. Dengan cara inilah negara-negara di Asia Timur mengejar ketinggalannya dari Barat. Walaupun di dalam bidang politik dan militer mereka bekerjasama dengan Washington, tetapi dalam bidang ekonomi mereka mau mandiri dalam perumusan kebijakan, karena hanya dengan cara itu mereka bisa mengejar ketertinggalan dari Barat dan pelan-pelan nanti mereka bisa lebih kuat secara militer.

    Pada pertengahan tahun 1960-an GNP perkapita Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, China nyaris sama, yaitu kurang dari US$100 per kapita. Setelah lebih dari 40 tahun, GNP perkapita negara-negara tersebut pada tahun 2004, mencapai: Indonesia sekitar US$ 1.000, Malaysia US$ 4.520, Korea Selatan US$ 14.000, Thailand US$ 2.490, Taiwan US$ 14.590, China US$ 1.500. Jadi harus ada pertanyaan. kok negara-negara lain bisa maju lebih cepat, tingkat kesejahteraan rakyatnya lebih baik, jurang antara kaya-miskin ada tapi tidak sebesar yang ada di Indonesia. Nah, tidak bisa hanya menyalahkan presiden demi presiden, tapi karena ada satu school of thought yang dominan di dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang hanya merupakan sub-ordinasi dari kepentingan Internasional.

    Dari segi yang lain, kalau dilihat dari segi sejarah, kita itu mendapatkan
    political independence (kemerdekaan politik – red) pada 17 Agustus 1945,
    kemerdekaan politik sebagai bangsa. Tahun 1998, rakyat kita mendapatkan
    freedom, demokrasi, kebebasan untuk menyatakan apa saja dan menulis apa saja yang selama rezim otoriter Soeharto tidak mungkin. Tetapi sejak tahun 1945, belum pernah terjadi kebangkitan ekonomi. Tidak ada kebangkitan ekonomi.
    Setelah tahun 1998, kita juga tidak punya kebangkitan ekonomi itu. Jadi
    harus ada pertanyaan mendasar, ketika kita sudah memiliki political
    independence, sudah memiliki freedom in terms of democratic mechanism
    (kebebasan dalam arti mekanisme demokrasi   red), tetapi mengapa belum
    pernah terjadi kebangkitan ekonomi sampai sekarang.

    Nah, jawabannya adalah apa yang disebut the creeping back of neo-colonialism (kembalinya kolonialisme gaya baru   red). Bukan lagi model kolonialisme jaman dulu, pakai kekuatan militer dan dominasi politik, tetapi penguasaan ekonomi melalui mekanisme pasar. Proses kembalinya neo-kolonialisme itu sebetulnya dimulai pada tahun 1967 saat renegosiasi utang dengan kreditor-kreditor.

    Set back sedikit, waktu KMB (Konferensi Meja Bundar red) di Belanda, Indonesia memang ditekan pada waktu itu untuk mengambil alih utang-utang pemerintahan Hindia Belanda. Publik tidak banyak tahu bahwa Pemerintah Indonesia ditekan untuk membayar seluruh utang-utang dari pemerintah Hindia Belanda. Padahal banyak dari utang-utang itu adalah utang untuk melawan dan menghancurkan kelompok pejuang kemerdekaan Indonesia, termasuk para pejuang kemerdekaan kita, seperti perang di Aceh, perang Pattimura di Maluku, dan sebagainya. Itu adalah ongkos buat Belanda. Nah itu dinyatakan sebagai utang pemerintah Indonesia.

    Pada waktu itu, Soekarno dengan Hatta menyatakan ’sudahlah, kita ambil utang-utang itu, yang penting kita merdeka dulu, soal utang urusan belakangan’. Begitu KMB ditandatangani, bung Karno memerintahkan, jangan bayar itu utang. Jadi walaupun utang itu disepakati, pemerintah Indonesia tidak pernah mau bayar. Taktiklah istilahnya itu.

    Tapi waktu pemerintahan Soeharto, awal Orde Baru pada tahun 1967, Widjojo Nitisastro dan kawan-kawan yang disebut sebagai Mafia Berkeley membuat kesepakatan baru untuk mulai membayar utang Hindia Belanda tersebut yang sebetulnya secara moral itu tidak justified (dibenarkan   red), secara histories politis itu tidak justified. Tetapi Widjojo dan kawan-kawan waktu itu sepakat untuk mulai mencicilnya. Widjojo dan kawan-kawan itu memang dididik di Berkeley, dipersiapkan untuk mengambil alih pengelolaan ekonomi setelah Soekarno jatuh, supaya membelokkan garis ekonominya, satu garis dengan garis Washington. Sejak itulah dimulai the creeping back of
    neo-colonialism. Seperti diketahui bahwa sekarang, untuk menguasai suatu
    negara tidak perlu secara militer, tidak perlu secara fisik, asal ekonominya
    bisa dikendalikan, negara tersebut bisa dikuasai.

    Sejak itu, walaupun Mafia Berkeley berkuasa nyaris tidak pernah berhenti
    selama 40 tahun, berlanjut ke muridnya, ke cucu muridnya dan seterusnya.
    Presiden bisa berganti, partai yang berkuasa bisa ganti, jenderal bisa ganti, TNI bisa melakukan reformasi, tapi di dalam bidang ekonomi tetap pada
    garisnya Mafia Berkeley. Nah, inilah yang menjadi sumber mengapa Indonesia tidak bisa menjadi besar, karena mereka dalam prakteknya sering menjadi conduit (saluran   red) bagi lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia, IMF, untuk merumuskan undang-undang di Indonesia, merumuskan berbagai kebijakan.

    Contoh: awal orde baru tahun 1967, UU investasinya dibikin oleh satu lembaga kreditor kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan jadilah UU Investasi. Banyak sekali UU yang masuk ke kategori itu. Misalnya, Bank Dunia bilang, saya kasih 400 juta dollar tapi Indonesia harus bikin UU Privatisasi Air, sehingga petani juga harus bayar air.

    Kemudian ADB (Asia Development Bank – red) juga kasih pinjaman 300 juta
    dollar tapi Indonesia harus ada UU Privatisasi, agar perusahaan-perusahaan
    negara bisa dijual dengan harga murah. Jadi banyak sekali UU dan peraturan
    pemerintah yang sebetulnya dipesan oleh lembaga-lembaga keuangan
    internasional.

    Hal itu sesungguhnya melanggar konstitusi. Kita ini adalah sovereign state
    (negara yang berdaulat   red), tidak boleh ada pihak manapun yang memberi
    iming-iming memberi pinjaman dengan syarat ada UU yang mereka susun. Jelas saat orang menyusun UU, kepentingan dia adalah nomor satu. Kalau ada satu negara yang UU-nya dipesan dikaitkan dengan pinjaman, pembuatan UU yang diikat dengan pinjaman, jelas yang memberi pinjaman itu memiliki
    kepentingan-kepentingan di dalam pembuatan UU itu. Jika ada satu negara yang mengikuti pola seperti ini, bisa dibayangkan bahwa negara ini tidak akan
    pernah bisa maju. Di Asia, yang ikut model ini hanya ada dua negara yakni
    Indonesia dan Philipina. Negara lain tidak mau mengikuti itu, kalau kebijakan ekonomi, mereka rumuskan sendiri. Mereka buat UU yang mencerminkan
    kepentingan negara mereka, kepentingan rakyat mereka.

    Seperti banyak diketahui, di Asia Timur sering terjadi konflik dagang, misalnya antara Taiwan dengan Amerika, Malaysia dengan Eropa, dan Singapura juga, walaupun secara politik dan militer, mereka ikut hegemoninya Washington. Nah kita di dalam politik luar negeri mengaku independen, dalam prakteknya tidak selalu independen. Di dalam bidang militer kita punya kerjasama dengan negara-negara besar, tapi dalam bidang ekonomi kita, pola neo kolonialisme benar-benar masih berlangsung hingga saat ini. Selama itu tidak dihancurkan jangan mimpi Indonesia bisa jadi negara besar.

    Sesungguhnya Indonesia ini adalah negara yang kaya sekali. Istilah saya,
    Indonesia ini memiliki banyak golden bowls, cangkir emas, seperti Freeport,
    Cepu, dan sebagainya. Tapi karena mental pemimpin dan elitnya itu inlander,
    maka kekayaan itu seakan tidak bermakna. Cepu misalnya, nilainya antara 120 billion dollar sampai 150 billion dollar. Lebih besar daripada cadangan
    minyaknya bekas Caltex di Sumatra Selatan. Tetapi pengelolaan ladang minyak ini diberikan kepada perusahaan Exxon tanpa kompensasi yang memadai.

    Nah, cangkir emas atau golden bowls ini dipakai untuk mengemis uang recehan. Dari Bank Dunia 300 juta dollar, dari Amerika 400 juta dollar, dari Eropa sekian juta dollar. Pemimpin kita tidak tahu golden bowl yang dia pegang, baru satu Cepu saja, nilainya ratusan milyar dollar. Belum lagi Freeport nilainya berapa, dan yang lain-lain yang bertebaran di nusantara itu berapa nilainya.

    Kenapa itu bisa terjadi, karena para pemimpin dan elit kita masih bermental
    inlander dan tidak percaya diri. Tidak memiliki kemampuan intelektual untuk
    menghadapi kepentingan-kepentingan negara besar itu.

    Selama mental inlander ini masih dominan di kalangan elit kita, saya tidak yakin Indonesia akan menjadi negara besar. Tapi kalau prasyarat tadi itu kita penuhi, yaitu pertama kita hancurkan hubungan neo kolonialisme di dalam bentuk utang yang dikaitkan dengan UU dan peraturan pemerintah, kita rumuskan kebijakan ekonomi kita sendiri. Yang kedua, kita tidak boleh punya sikap inlander yang bermental rendah diri. Asset-asset yang ratusan milyar dollar ini adalah milik bangsa kita.

    Nah, kalau hal itu terjadi, Indonesia pasti akan menjadi negara besar. Tapi
    sayangnya, mohon maaf, dari nama-nama yang pernah memimpin Indonesia sejak awal orde baru sampai nama-nama dari para elit yang bercita-cita menjadi pemimpin di tahun 2009, tidak jauh dan tidak lebih, hanya mengulang lagu lama.

    Motifnya hanya sekedar power (kekuasaan   red), memanfaatkan power itu untuk popularitas, untuk kepentingan kelompok, dan lain-lain. Belum ada yang bicara beyond (lebih daripada – red) itu. Kalau hanya mengulang, okey pemimpinnya baru, lagunya lagu lama, istilah saya itu ‘old wine in a new bottle’ (anggur masam di botol baru – red), Indonesia tidak akan ke mana-mana.

    Menurut saya, Indonesia perlu pemimpin baru dan jalan baru. Karena sudah 40 tahun sejak orde baru sampai sekarang, pemimpin sudah berganti beberapa kali, tapi lagunya tetap lagu lama, yakni lagu sub-ordinasi kepada
    kepentingan internasional, lagu the creeping back of neo-colonialism. Hanya
    jika diputus mata rantainya, baru akan terjadi perubahan dan memungkinkan
    kebangkitan ekonomi Indonesia. Saya mau berkampanye. Bukan dalam arti mau jadi pemimpin, tetapi berkampanye bahwa Indonesia perlu jalan baru.

    Pointnya adalah keinginan mengubah school of thought. Hal ini bisa dilakukan melalui media dan lain-lain bahwa Indonesia perlu jalan baru. Kalau hanya pemimpin baru, rakyat Indonesia hanya akan dibohongi kembali. Ada dulu pemimpin yang idealismenya bela ‘wong cilik’ tetapi setelahnya, bela ‘wong licik’. Kenapa bisa begitu, ini lebih disebabkan oleh school of thought-nya itu tidak mungkin bela rakyat kecil. Selama masih menggunakan cara Mafia Berkeley, tidak mungkin ada jalan baru yang lebih pro kepentingan rakyat dan nasional.

    KI: Terima kasih Pak Rizal atas waktu dan uraian sangat gamblang yang sudah
    diberikan ini.

    RR: Terima kasih kembali.

    Itulah hasil bincang-bincang redaksi KabarIndonesia dengan penggemar
    olahraga renang dan tennis meja itu.

    Sebagai Presiden Komisaris PT. Semen Gresik (persero) Tbk, saat ini Rizal Ramli amat serius melakukan sejumlah langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, mendorong program pengurangan biaya dan meningkatkan keuntungan PT. Semen Gresik Tbk. Tujuan tersebut dicapai dengan melakukan konsolidasi dan integrasi ketiga perusahaan yaitu PT. Semen Gresik, PT. Semen Padang, dan PT. Semen Tonasa.
    Bersama-sama Komisaris dan manajemen mempersiapkan kerangka retrukturisasi organisasi dan finansial untuk jangka menengah. Hasil dari langkah-langkah tersebut, laba bersih Semen Gresik naik 29,3 % menjadi Rp 1,295 triliun, dan EBITDA margin mencapai 26,1 % pada tahun 2006. Bahkan untuk pertama kalinya PT. Semen Gresik Tbk masuk kelompok 7 BUMN yang paling menguntungkan.
    Tercatat kemudian PT Semen Gresik Tbk menerima penghargaan dalam kategori Most Committed to a Strong Dividend Policy 2007 (peringkat ke-7) dan Best Corporate Governance 2007 (peringkat ke-8) dari majalah FinanceAsia. Obsesi dan impian pria berkacamata itu terhadap tanah airnya cukup sederhana: “Saya hanya menginginkan negara ini sejahtera dan maju,” ujarnya suatu saat kepada wartawan. Selamat berkarya Bung Rizal!

    Biodata Singkat:

    Nama : Rizal Ramli
    Tempat/tgl. Lahir : Padang, 10 Desember 1953

    Pendidikan

    Ph.D dalam bidang ekonomi, Boston University, Boston, AS, 1990.
    M.A. dalam bidang ekonomi, Boston University, Boston, AS, 1982.
    Asian Studies, Sophia University, Tokyo, Jepang 1975.
    Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung, 1973   1980.

    Bidang Keahlian

    Makro Ekonomi, Keuangan dan Industri

    Pengalaman Kerja

    Chairman of the Board, ECONIT Advisory Group. 2002   saat ini.
    Presiden Komisaris PT. Semen Gresik, Tbk. 2006   saat ini.
    Executive Chairman, GlobeAsia Magazines, 2007.
    Menteri Keuangan. Juni 2001   Juli 2001.
    Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI. Agustus 2000   Juni 2001.
    Kepala Badan Urusan Logistik. April 2000   Maret 2001.
    Sekretaris Tim Monitoring, Program Percepatan Pemulihan Ekonomi
    Pemerintahan Gus Dur & Megawati, April 2000   Agustus 2000.
    Managing Director ECONIT Advisory Group, think tank independen bidang
    ekonomi, industri dan perdagangan. 1993   2000.
    Penasehat Ekonomi di DPR-RI. 1993   1999.
    Konsultan Ekonomi untuk beberapa lembaga keuangan, Bank Indonesia, serta lembaga internasional. 1993   1999.
    Anggota Redaksi Jurnal Ekonomi dan Sosial PRISMA.
    Dosen Ekonomi Program Magister Manajemen Fakultas Pasca Sarjana
    Universitas Indonesia. 1992  1999.
    Dosen Tamu dalam bidang ekonomi, sering memberikan kuliah di berbagai
    perguruan tinggi didalam dan luar negeri, berbagai departemen, seperti
    Departemen Keuangan, Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia, BUMN.
    Juga kuliah tamu di LEMHANAS, SESKO TNI-POLRI, dan lain-lain.

    Pengalaman Organisasi

    Deputi Ketua Dewan Mahasiswa ITB, Bandung, 1977.
    Staf Pimpinan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) 1993-1999.
    Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Pasca’45, 1999   2000.
    Diadili dan dipenjara di Sukamiskin Bandung, 1978/79 sebagai salah seorang
    pimpinan mahasiswa yang menolak kepemimpinan Presiden Soeharto.

    Keluarga

    Nama Istri : Herawati M. Mulyono
    Nama Anak : Dhitta Puti Saraswati, Dipo Satrio, dan Daisy


    Menuju Baitul Atiq

    desember 24, 2008

    Menyahuti Panggilan tanah suci

    Oleh : H. Mas’oed Abidin

    Perjalanan ke Baiti el-‘Atiq

    Selamat Jalan Haji Mabrur. Selamat Jalan Jamaah Haji.

    di-gua-hiraIbadah haji, Rukun Islam Kelima, dilakukan seorang muslim, dalam rangka memenuhi perintah Allah SWT. semata. Ibadah adalah bukti nyata dari ikrar (syahadat) yang telah diucapkan. Di dalam ibadah ini terpancang tiga marhalah (pentahapan perjalanan).

    Pertama adalah mahabbah (kecintaan mendalam) kepada Allah dan Rasul. Kecintaan ini di simbulkan dengan seruan talbiyah. Labbaika, Allahumma labbaika, laa syarika laka labbaika, hakikinya bermaknaaku datang wahai Allah, hanya memenuhi penggilanMU, karena kecintaanku semata kepadaMu, tidak ada syarikat bagiMu.

    Kedua adalah tonggak ridha atau kerelaan innal hamda wa an-ni’mata laka wa al mulka laa syariika laka, hakikinya mengandung arti bahwa, sungguh semua nikmat yang kumiliki berasal dariMu dan semestinya dipergunakan untuk mematuhi printahMu saja, dan semua kerajaan, kepemilikan dan kekuasaan hanya milikMu semata, tidak ada syarikat bagiMu. Radhitu billahi rabban, wa bil-Islami Diinan, wa bi Muhammadin Nabiyyan wa Rasulan. Aku rela hanya Allah Rabb (tuhan)-ku, aku rela hanya Islam Din (Agama)-ku, aku rela kepada Muhammad SAW Nabi dan Rasul yang di utus kepadaku. Maka, ibadah Haji atau umrah adalah klimaks penyerahan diri seorang muslim secara total kepada Allah SWT. Belum lengkap ke-Islaman seseorang yang telah memiliki kemampuan (istitho’ah) bila dia belum menunaikan ibadah haji.

    Ketiga adalah marhalah shibghah atau identitas Muslim muttaqin. Hati (qalbu)-nya dibuhul keyakinan tauhid. Lahir dari keimanannya itu niat atau motivasi lillahi ta’ala. Agaknya perlu dipahami bahwa haji adalah sarana untuk mencapai tujuan lebih mulia dari sikap taqwa kepada Allah. Pikiran (aqal)-nya dihiasi kejernihan fikrah Islami. Direfleksikan dalam pola berfikir, cara bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Fisik (jasad)-nya melakukan amal yang diperintahkan. Meniru kepada apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Semua pangkat dan emblem duniawi tidak bernilai apapun di hadapan Rabb el Alamin. Tidak ada harganya kekayaan dunia, kecuali hanya selembar ihram. Karenanya, di dalam Al-Qur’an, pada semua ayat yang berkaitan dengan haji, selalu diakhiri oleh Allah SWT dengan pesan yang jelas, agar bertaqwa.

    Barangkali bentuk haji yang seperti inilah yang disebut sebagai Haji Mabrur. Kemabruran lantaran makbulnya amalan haji menjadi idaman setiap calon jemaah. Bukti mabrur ada pada haji yang mampu mendorong terjadinya perobahan orientasi, visi dan misi kearah peningkatan amal saleh, baik ritual maupun sosial, dalam rangka menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih sesuai dengan ajaran Islam. Haji mabrur amat berguna untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Karena itu, balasan paling pantas dan paling tinggi untuk haji mabrur hanyalah jannah (sorga) semata.

    Jika dibandingkan dengan ibadah-ibadah lainnya, haji mempunyai sifat dan karakteristik tersendiri, terutama jika dikaitkan dengan masalah waktu dan tempat pelaksanaan. Memang di dalam Islam ibadah formal (mahdhah) ada tiga bentuk pelaksanaannya. Pertama, waktu pelaksanaan ditentukan tetapi tempat pelaksanaan tidak ditentukan. Kedua, tempat pelaksanaannya ditentukan dan boleh dikerjakan kapan saja. Ketiga, waktu dan tempat pelaksanaannya diatur dan ditetapkan oleh Allah SWT.

    Haji adalah ibadah katagori yang ketiga ini. Faktor inilah yang menetapkan kewajiban menunaikan haji diwajibkan Allah kepada Muslimin yang mampu hanya satu kali dalam seumur hidup. Dalam hadits riwayat Imam Muslim dan Nasa’i dari Abu Hurairah diterangkan, ketika Nabi menyampaikan bahwa Allah telah mewajibkan kepada kaum muslimin melaksanakan ibadah haji, lalu ada yang bertanya; apakah kewajiban berhaji itu setiap tahun ya Rasulullah? Nabi diam dan tidak menjawab pertanyaan ini, bahkan sampai tiga kali masalah ini ditanyakan. Kemudian Nabi menjawab: Kalau saya jawab ya, saya khawatir haji ini difardhukan Allah kepadamu setiap tahun, dan kamu pasti tidak akan sanggup melaksanakannya. Karena haji waktunya ditentukan dan harus dilakukan di lokasi tertentu pula yaitu Masy’aril Haram (Makkah, Mina, Arafah dan Muzdalifah di Saudi Arabia), maka faktor kemampuan (istitha’ah) menjadi syarat utama pelaksanaan ibadah haji.

    Seringkali istitha’ah atau kemampuan hanya diartikan dari segi kemampuan finansial saja. Sehingga siapa yang dapat membayar ONH sudah dianggap mampu berhaji. Padahal konsep istitha’ah itu berkaitan pula dengan kesehatan fisik, mental, ekonomi, keamanan, pemahaman ilmu-ilmu manasik dan bahkan kesempatan untuk menunaikannya. Dan terkait pula dengan masalah akomodasi selama disana (Saudi Arabia), walaupun ini bukanlah unsur utama, namun unsur ibadah lebih menjadi sasaran utamanya.

    Disini perlunya bimbingan diberikan kepada calon jema’ah haji. Diperlukan bimbingan yang berkesinambungan: sebelum melaksanakan ibadah haji, selama dalam pelak sanaan ibadah haji dan masa pasca haji (setelah kembali ke tanah air).

    Menyahuti Nida’ (Seruan) Makkah

    Setiap orang yang melakukan haji akan selalu mendambakan haji mabrur. Hal ini sangat wajar. Di dalam sebuah hadits, Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah SAW, bersabda : “Satu umrah yang lainnya menghapus dosa diantara keduanya, sedangkan haji mabrur balasannya tidak lain adalah surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Yang perlu diperhatikan oleh para penziarah (haji) yang ingin melaksanakan ibadah haji seharusnya dan seyogyanya ia sudah dan telah menjalankan atau mengamalkan rukun-rukun Islam yang lainnya dengan baik dan benar.

    Sering orang mengatakan bahwa dia belum mau pergi haji karena merasa belum mendapat panggilan, padahal baik dari segi ekonomi maupun fisik dia termasuk orang yang mampu. Pemahaman seperti ini sungguh satu pandangan yang tidak benar.

    Tatkala seorang menyatakan dirinya Muslim (orang Islam) dan menerima agama Islam dengan di awali mengucapkan syahadat, ketika itu ia sudah dipanggil untuk melaksanakan ibadah haji.

    Tergantung kepada usaha dan kesungguhan hati dan fisiknya merealisir persyaratan-persyaratan yang dituntut perlu dipersiapkan menyahuti nida’ (panggilan) berhaji ke Makkah el Mukarramah itu.

    Oleh karena itu, jika sudah mempunyai niat untuk menunaikan ibadah haji dan persyaratan telah terpenuhi, hendaklah segera melaksanakannya,. Jangan sampai ditunda-tunda lagi. Penundaan yang direncanakan apalagi yang direkayasa untuk tahun-tahun depan, padahal sudah ada kesempatan di tahun ini, dalam kenyataan biasanya menjadi beberapa tahun kemudian. Bahkan dapat tertunda untuk selama-lamanya karena sudah keburu mati.

    Karena itu, bagi yang sudah mendapat panggilan ke hajji atau umrah ke rumah tua (Bait el ‘Atiq di Makkah) tunaikanlah segera dengan sebaik-baiknya. Berusahalah menjadikan ibadah haji dan umrahnya menjadi satu perjalanan rohani paling mengesankan. Jadikan menyahuti seruan Makkah ini menyenangkan. Di dalam perjalan itu akan di saksikan li yasy-haduu manafi’a lahum, artinya banyak persaksian dan sarat dengan pengalaman spiritual paling berharga. Akhirnya, akan terasakan manfaat besar, terhindar dari segala kesulitan dan kesusahan.

    Persiapan Rohani

    Dalam hal ini yang diperlukan adalah mempersiapkan kondisi batin dan rohani sebaik-baiknya. Semaksimal mungkin bersih dari cacat dan dosa. Tujuannya adalah agar kita bisa berangkat dalam keadaan sebersih dan sesuci mungkin. Terlepas dari segala beban yang memberatkan batin dan pikiran kita.

    Agar perjalanan rohani ini bisa berlangsung dengan baik dan lancar, dan usaha meraih haji mabrur, maka setiap langkah wajib dijaga dan dipelihara.

    Betulkan dan Luruskan niat.

    Ibadah haji adalah kewajiban setiap hamba kepada Allah SWT. Menjadi beban bagi setiap mukmin yang mukallaf dan mampu. Langkah awal, betulkan dan luruskan nawaitu. Di dahului memasang niat yang ikhlas untuk pergi haji ataupun umrah. Niat menunaikan ibadah haji hanya karena melaksanakan perintah Allah. Semata-mata untuk mengharapkan ridha-Nya saja.

    Kepergian ketanah suci bukan karena alasan-alasan lain. Hindarkan diri dari perasaan ria, ingin dipuji, merasa hebat sendiri, takabur, sombong serta sifat-sifat lainnya. Berserah diri hanya kepada Allah. Perjalanan ini dilakukan dengan ikhlas semata. Sabda Rasulullah SAW , Barang siapa yang mengerjakan ibadah haji semata-mata ikhlas karena Allah dan tidak berbuat rafats serta tidak fasik, maka kembalilah ia seperti dilahirkan oleh ibunya. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

    Yang dimaksud rafats ialah cabul, bersetubuh, bercumbu-kata yang menimbulkan birahi, ungkapan keji dan omongan kotor. Sedangkan fasik adalah melakukan kejahatan dan maksiat.

    Latih diri bersifat sabar dan tolong menolong.

    Sifat sabar amat diperlukan dalam melaksanakan ibadah haji. Sabar sudah mulai di saat menetapkan keinginan untuk berangkat ke tanah suci. Terasa berat urusan untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Kemudahan hanya dirasakan karena bantuan dari Allah SWT.

    Semua urusan memerlukan sifat sabar. Kesabaran di saat pembayaran ONH, pemeriksaan kesehatan, pendaftaran, menunggu panggilan untuk keberangkatan dan lain-lainnya. Melatih sabar dalam menghadapi semua rintangan mempermudah diri meraih haji mabrur.

    Di tanah suci Makkah dan Madinah, berkumpul jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia. Berbagai sifat dan kebiasaan mereka. Sifat sabar sangat diperlukan disana..Segala macam hal bisa terjadi di tengah ramainya jamaah itu. Mulai dari sekedar kena senggol, kena dorong atau bahkan rebutan tempat, baik di Masjid maupun di tempat penginapan. Pertengkaran suami isteri dapat pula terjadi, jika sifat sabar dan sanggup mengendalikan diri tidak dipunyai.

    Puncak ujian kesabaran dirasakan pada saat berpakaian ihram. Banyak yang di haramkan dan perlu di hindari. Setiap orang dilarang bermusuhan, mencaci dan bertengkar (termasuk perbuatan jidal) sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT, …..Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, fasik dan berbuat jidal di saat mengerjakan haji…(Al-Baqarah: 197).

    Selain sifat sabar, sifat tolong menolong amat perlu di tanah suci. Disana akan ditemui keadaan dimana orang lain sangat memerlukan pertolongan. Dalam keadaan demikian, jangan ragu memberikan pertolongan. Dengan pertolongan yang diberikan untuk orang lain, Insya Allah pertolongan dari Tuhan segera akan datang pula. Sudah terbukti, orang yang banyak menolong orang lain dengan ikhlas, segala urusannya akan berjalan dengan lancar. Dan akan terhindar dari kesulitan.

    Perlu diingat, bahwa menolong itu hendaklah dengan penuh keikhlasan. Tanpa mengharapkan sesuatu. Kecuali hanya mencari ridha Allah semata.

    Berangkat dengan Harta yang Halal dan Baik

    Mengerjakan haji dan umrah salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Dalam melaksanakannya di tuntun dalam keadaan bersih dan suci. Begitu juga dengan harta yang akan kita gunakan untuk itu.

    Rasulullah Saw. menyatakan: “Apabila seseorang pergi melaksanakan ibadah haji dengan nafkah yang baik (halal) dan meletakan kakinya di atas kenderaannya, maka ketika dia berseru: Labbaik Allahumma labbaik,ia akan mendapat sambutan dengan seruan dari langit: Diterima panggilanmu dan berbahagialah engkau, karena bekalmu halal dan kenderaan yang engkau pakai halal, dan hajimu diterima, tidak ditolak.’(HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

    Bersih dan sucikan diri.

    Maksudnya adalah membersihkan dan mensucikan diri. Secara rohaniah dapat dilakukan dengan bertaubat dan memohon ampun kepada Allah dari segala dosa. Dalam bertaubat hendaklah bertekad tidak akan kembali lagi kepada dosa. Selanjutnya, memohon maaf kepada orang tua, isteri/suami, anak, anak saudara, famili, tetangga serta para sahabat.

    Dari sisi ibadah, membersihkan diri bermakna memperbaiki atau meningkatkan mutu shalat. Kalau masih sering tertinggal atau lalai di dalam mengerjakannya, maka berusahalah untuk lebih berdisiplin melaksanakan kewajiban shalat ini.

    Kemudian diikuti dengan mengeluarkan zakat, bagiyang belum melakukannya. Zakat termasuk unsur “pembersih” diri dan harta, sehingga tidak bercampur dengan yang bukan hak kita. Usahakan sesering mungkin mengeluarkan infak, sadaqah, dan lain-lain sebagainya. Semua hal tersebut perlu dilakukan sebelum berangkat ketanah suci. Bersihnya diri, mudah-mudahan terhindar dari berbagai kesulitan yang mungkin datang menjadi peringatan Allah untuk kita.

    Mempelajari tata cara pelaksanaan ibadah.

    Ibadah haji satu rangkaian yang terkait oleh waktu dan tempat. Di antara ibadah itu ada yang merupakan rukun haji, yang kalau ditinggalkan berakibat batal (tidak sah) haji. Ada rangkaian ibadah wajib haji yang apabila tidak sempat melakukan tidak membatalkan haji, mesti ditebus dengan membayar denda atau dam. Ada pula bersifat sunnat haji. Ada pula larangan yang dapat merusak atau membatalkan ibadah haji.

    Mempelajari tata cara pelaksaan haji dengan baik akan menjadikan manasik haji terlaksana dengan sempurna. Pelajari sebaik-baiknya hal yang wajib, syarat rukun, sunnat dan lainnya yang mestinya dilakukan atau ditinggalkan. Mengerjakan hal-hal yang merusak ibadah haji, tidak sempurna rukun haji, akan berakibat membatalkan ibadah haji.

    Setiap calon haji dan umrah hendaknya cermat menangkap nilai hikmah yang terkandung dalam segala peragaan manasik haji.

    Pelajari do’a-do’a dan bacaan ibadah.

    Sebenarnya dalam melaksanakan ibadah haji, do’a dan bacaan dapat ditemui dan dibaca dari buku manasik sambil melakukan ibadah. Menghafalnya tentu lebih baik. Hafalan do’a manasik akan memperlancar pelaksanaan ibadah, tanpa harus bolak-balik melihat buku. Makna dan maksud dari do’a dan bacaan tersebut perlu juga dipelajari dan dimengerti. Supaya kita lebih bisa menghayati maksud dan kandungan dari do’a yang dibaca.

    Semua do’a dalam pelaksanaan ibadah haji adalah do’a yang bagus. Intinya memohon kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Seperti do’a safar sebagaimana diajarkan Nabi SAW. Apabila do’a-do’a itu dapat dihayati makna dan maksudnya, Insya Allah ibadah akan menjadi lebih khusyu’.

    Menyelesaikan hutang piutang

    Segala hutang piutang yang memberatkan dan mengganggu ketenangan dalam menunaikan ibadah haji, sebaiknya dilunasi sebelum berangkat. Paling tidak menjelaskan masalahnya kepada keluarga yang ditinggal. Agar mereka mengetahui, dengan sebuah wasiat. Sehingga kalau terjadi sesuatu kehendak Allah dengan diri kita, mereka yang ditinggalkan dapat menyelesaikan hutang piutang itu dengan baik.

    Menyiapkan bekal buat yang ditinggalkan.

    Selama meninggalkan rumah dan keluarga dalam perjalanan ke tanah suci, tanggung jawab terhadap orang yang ditinggalkan di tanah air harus dipenuhi. Seharusnya, sebelum berangkat ke tanah suci, hendaknya meninggalkan bekalan untuk mereka, dengan jumlah mencukupi keperluan kehidupan selama kita berada di tanah suci.

    Memahami Sejarah Perjuangan Nabi SAW

    Selama berada di tanah suci tersedia kesempatan berziarah ketempat-tempat bersejarah di sekitar kita Makkah dan Madinah. Mengetahui riwayat dari tempat-tempat bersejarah di saat berziarah, akan mendatangkan kesan mendalam. Dapat memberikan gambaran sejarah perjuangan Islam yang lebih lengkap.

    Mengetahui peristiwa bersejarah yang terjadi di tempat yang dikunjungi (ziarahi) yang berkaitan erat dengan perjuangan Nabi SAW dan para sahabatnya di dalam mempertahankan Islam, akan mempertebal keimanan kepada Allah. Selanjutnya akan menguatkan penghayatan terhadap nilai ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.

    Mempelajari cara shalat jenazah dan menghafal bacaannya.

    Pada musim haji, baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi, hampir selalu shalat wajibnya di iringi dengan shalat jenazah. Ini terjadi karena memang banyak jamaah haji yang meninggal dunia di tanah suci itu. Mungkin cuaca dan medan yang berat. Atau karena kondisi jamaah yang lemah.

    Karena itu bagi yang belum mengetahui tata cara pelaksanaan shalat jenazah atau belum hafal bacaannya, dianjurkan untuk mempelajari serta menghafalkannya sebelum berangkat ketanah suci. Sehingga pada saat melakukannya di tanah suci dapat melaksanakan dengan baik dan benar.

    Memantapkan Persiapan Jasmani

    Persiapan jasmani khususnya kesehatan tentunya telah diberikan oleh dokter yang ahli. Namun, persiapan fisik perlu dijaga dengan teratur, di antaranya, Memelihara dan menjaga kondisi kesehatan tubuh sejak dari berangkat. Jika perlu melakukan general chek up kesehatan. Latihan-latihan senam, disesuaikan dengan dengan kondisi dan usia. Latihan berjalan di panas matahari. Sering-sering berkonsultasi dengan dokter.

    Seperti dapat dibaca dalam buku manasik haji, ada beberapa cara melaksanakan ibadah haji, seperti, Tamattu’ ialah melaksanakan umrah terlebih dahulu di bulan-bulan haji, setelah itu baru mengerjakan haji.

    Untuk pelaksanaan umrah haruslah Bersuci: mandi, berwudlu. Berpakaian ihram. Shalat sunnat ihram dua rakaat. Niat umrah dari miqat. Thawaf umrah. Sa’I umrah dan Tahallul. Untuk pelaksanaan haji, haruslah pula didahului dengan Bersuci; mandi, berwudlu. Berpakaian ihram. Shalat sunat ihram dua rakaat. Niat haji dari pemondokan masing-masing. Mabit di Mina untuk berangkat menuju Arafah (8 Dzulhijjah). Wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah). Menuju Mudzdalifah sehabis magrhib. Mengumpulkan batu di Mudzdalifah. Melontar Jumrah Aqabah (10 Dzulhijjah), Jumrah Wustha dan Jumrah al-Ulaa di Mina (pada hari tasyrik). Thawaf di Masjidil Haram, Sa’i antara Safa dan Marwa, dan Tahallul. Semuanya dilakukan dengan tertib, yang wajib di dahulukan secara beraturan. Tata cara pelaksanaannya telah ditunjukkan dengan baik di dalam buku petunjuk Manasik Haji.

    Labbaika, Allahumma Labbaika. Laa syarika laka labbaika. Innal hamda wan-ni’mata laka wal mulka, laa syarika laka. Dengan persiapan rohani dan jasmani (fisik) yang baik, Insya Allah para jamaah haji tahun ini menjadi “hajjan mabruran, wa sa’yan masykuran, wa dzanban maghfuran, wa tijaratan lan taburan”. Amin Ya Rabbal Bait al ‘Atiq.

    Billahit taufiq wal hidayah.

    Padang, Zulhijjah 1429 H


    Talempong jo Gandang Tansa

    desember 20, 2008
    Talempong bagandang tansa jo pupuik sarunai garinyiak Minangkabau

    Talempong bagandang tansa jo pupuik sarunai garinyiak Minangkabau


    Melatih Hidup Penuh Makna

    september 16, 2008

    Ramadhan Melatih untuk Hidup Penuh Arti

    وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    “Kehidupan Dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”  (Q.S.Ali Imran:185)

    وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

    “Sedangkan Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (Q.S.Al A’la: 17)

    Generasi demi generasi telah lahir dan tumbuh dalam mengisi panggung kehidupan ini. Umur dari hari ke hari telah bertambah dalam bilangan, tetapi dalam jarak terus berkurang menuju pintu keabadian yang kemudian akan mengantarkan kita ke dalam kebahagiaan atau ke dalam kesengsaraan, sesuai pilihan masing dalam kehidupan kini. Kematian sudah pasti menjemput setiap yang bernyawa. “Di mana saja kamu berada, kematian akan menjemput kamu. Kendatipun kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (Q.S. An Nisa :78) Ini adalah satu kenyataan dan kepastian dalam rentang perjalanan kehidupan.

    Ajal adalah batas hidup di dalam dunia fana ini. Tidak seorangpun  tahu,  bila ajal akan menjemputnya. “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.  (Q.S. Luqman :34)

    Tanpa di sadari masa hidup untuk beramal semakin hari semakin sempit dan berangsur-angsur habis, sedangkan dosa terus bertambah.

    Kadangkala, kesempatan emas untuk bertaubat selalu pula ditunda. Banyak juga orang yang  lupa bahkan tidak mau menyesali akan perbuatan dosanya. Banyak yang senang dalam kemaksiatan. Seakan kealpaan adalah hal biasa.  Seakan, engkau tetap dalam kelengahan dan hatimu Alpa. Hilang umurmu  padahal dosa-dosamu tetap seperti keadaannya semula, tiada  pernah berkurang, tetapi malah selalu bertambah.” Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna.

    Al Qur’an menceritakan orang yang semasa hidup tidak mau menyesali perbuatannya ketika masih hidup.  Tetapi penyesalan datang ketika semua masa telah  lenyap untuk memperbaikinya. “Dia mengatakan; “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal sholeh) untuk hidupku ini”. (Q.S. A1 Fajr: 24). Semestinya, siapapun wajib memanfaatkan kesempatan yang ada, sebelum kesempatan itu habis direnggut maut.

    Ramadhan adalah anugerah untuk setiap mukmin yang mau mengubah diri dan kehidupan menjadi lebih berarti.

    Jangan menunda lagi kesempatan untuk berbuat baik. Maut tidak pernah menunda untuk menjemput. Selalu persiapkan diri setiap masa bahkan setiap detik yang ada,  dalam penantian  panggilan Allah yang pasti tiba. Sebagaimana ungkapan bijak penuh hikmah, “… siapa mengetahui jauhnya sebuah perjalanan, semestinya ia bersiap-siap sebelum menapak perjalanan itu…”.

    Perjalanan menuju kehidupan akhirat yang abadi, semestinya dipersiapkan dengan  “bekal’ yang cukup. Karena kematian datang sekali, tidak dapat berulang lagi. Maka taqwa adalah sebaik-baik bekal. Berbekallah dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. (Q.S. Al Baqarah:197).

    Sangat beruntung orang yang mampu menggunakan  kesempatan yang telah Allah berikan padanya dengan menyukuri nikmat umur dan menggunakannya untuk beribadah dan beramal sholeh. Dan Allah tidak pernah menganggap remeh setiap amal perbuatan seorang hamba., baik ataupn buruk perbuatan seseorang niscaya Allah SWT akan menampilkan nanti di yaumil hisab.

    “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula“. (Q.S. Az Zalzalah : 7-8)

    Bagi yang memiliki kelebihan harta benda, maka banyak berzakat, bersedekah,  melakukan haji atau umrah merupakan amalan yang  menuntut pengorbanan materi . Dan bagi yang tidak mempunyai materi yang cukup, dapat  melakukannya dengan mengamalkan sikap dan perilaku yang baik lagi bermanfaat buat orang banyak. Bimbingan Rasullah SAW. menyebutkan, “Sebaik-baik manusia adalah yang lebih baik akhlaqnya”.  (H.R. Thabarani dan Ibnu Umar r.a).

    Di dalam hadist lainnya disebutkan,“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. (H.R. Al Qadha’i dari Jabir r.a)

    Bersama Tan Sri DR. Ahmad Sardji dari IKIM Malaysia

    Bersama Tan Sri DR. Ahmad Sardji dari IKIM Malaysia

    Hakikatnya semua amalan tidaklah berarti apa-apa jikalau akhlaq telah rusak dan jika  tidak dapat membuktikan nilai-nilai ibadah yang  dilakukan ke dalam kenyataan  pergaulan kehidupan atau ke dalam berinteraksi sosial di tengah masyarakatnya.

    Ibadah dan amal sholeh haruslah dilandasi dengan keikhlasan semata­-mata mencari redha Allah atau Lillahi ta‘ala.

    Sia-sialah amal seseorang yang masih dilandasi oleh sifat riya‘, ujub dan takabbur.

    Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya pada surat Al Maa’un ayat 1-7 yang berbunyi, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?. Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya. Orang-orang yang berbuat riya’. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna”.

    Semoga Ramadhan dengan ibadah puasa yang kita lakukan dapat membentuk sikap ikhlas mengejar redha Allah dan dapat pula membentuk kehidupan kita yang penuh arti di dunia serta mampu meraih Jannah Allah dengan amal ibadah yang terpelihara baik sesuai Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW.

    Wassalamu ‘alaikum,

    Buya H.Masoed Abidin


    Segeralah Bertaubat

    september 16, 2008

    Bertaubatlah dengan segera


    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    “ Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, “ Wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” (Q.S. At Thahrim : 8)

    Setiap mukmin memerlukan pengampunan dosa dan penghapusan kesalahan. Tentulah kita tahu bahwa tidak seorangpun terlepas dari dosa dan kesalahan. Abu Tamam mengisyaratkan sebuah hadits Rasulullah SAW yang bersumber dari Anas bin Malik r.a: “Setiap orang di antara kamu sekalian melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat.” (HR. Ahmad).

    Dosa dan kesalahan yang dilakukan manusia akan mengotori hatinya, bagai noda hitam di atas kain putih, tiada dapat dibersihkan kecuali dengan taubat. Rasulullah SAW menjelaskan dalam sabda beliau, “Orang yang meminta ampun dari dosa seperti orang yang tidak berdosa”.(HR. Bukhari). Dan Allah SWT berfirman  “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Q.S. Al Baqarah: 222)

    Syetan telah menjebak manusia dalam seluruh aspek kehidupan, dan menyesatkannya dari jalan Allah Akibatnya manusia terjauh dari jalan keselamatan dan terbukalah dengan lebar pintu-pintu jahannam dengan bujuk rayu syaithan sehingga manusia terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan dan dosa. Karena itu semestinyalah manusia segera bertaubat mengharap maghfirah Allah.

    Tidak boleh berputus asa di dalam bertaubat menuju kepada keampunan dari Allah, meskipun dosa-dosa sudah memenuhi kolong langit. Allah adalah Maha Pencipta semua makhluk dan menguji semua amal perbuatan makhluk manusia itu. Siapapun yang menyadari akan banyaknya dosa dan ingin bertaubat menyesali semua kesalahannya itu, maka pintu taubat kepada Allah selalu terbuka dengan syarat, harus menghentikan maksiat dan menyesali perbuatan yang telah terlanjur dia lakukan. Selanjutnya dia mesti berazam atau berniat sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi. Dan manakala dosa yang pernah diperbuat itu ada berhubungan dengan hak manusia maka dianya harus menyelesaikannya dengan meminta maaf atau mengembalikan apa-apa barang yang wajib ia kembalikan.

    Keutamaan bagi orang yang segera bertaubat ialah Allah akan menyibukkan para malaikat-Nya untuk memintakan ampunan bagi mereka yang bertaubat dan berdoa kepada Allah agar Dia melindungi mereka dari siksaan neraka jahannam, lalu memasukkan mereka ke surga yang penuh dengan kenikmatan, serta memelihara mereka agar terjauh dari kejahatan dan kesalahan. Para malaikat yang membawa ‘Arsy di langit sibuk memintakan ampunan bagi mereka yang bertaubat. Allah berfirman: “(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), Ya Rabb kami, Rahmat dan Ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam sorga yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang shaleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha bijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan … Dan, orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar. ” (Q.S. Al Mukmin, 40 : 7-9).

    Amat banyak ayat-ayat di dalam Al Quran al Karim yang mengabarkan diterimanya taubat orang-orang yang bertaubat manakala dilakukan dengan tulus dan benar. Penerimaan taubat semata adalah karunia, ampunan dan rahmat Allah. Rahmat Allah itu diberikannya kepada hamba-hamba yang beriman. Taubat yang sesungguhnya adalah memperbaiki semua kesalahan dan menyertainya dengan beramal shaleh.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifati diri-Nya dengan Asmaul Husana seperti ditemui di dalam Al Qur’an, dengan sebutan at Tawwab (Maha Menerima Taubat). Firman Allah : “ Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang melakukan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera. Maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang melakukan kejahatan yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang, barulah ia mengatakan, “ Sesungguhnya aku bertaubat sekarang ”. Dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.(Q.S. An Nisaa’ 4 : 17-18).

    Jangan menunda-nunda taubat hingga datang hari esok. Maut itu datang secara tiba-tiba. Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam Al Fawaid menuliskan, “Bila kau berpulang ke alam baqa, tidak membawa bekal taqwa, kau lihat orang-orang yang membawanya pada hari perhimpunan. Kau akan menyesal, karena kau tidak seperti mereka. Mereka mempunyai persiapan sedangkan kau tidak memilikinya.” Maka bersegeralah untuk mensucikan diri jiwa kita.

    Ramadhan adalah bulan Rahmat. Ramadhan bulan Maghfirah, di mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuka pintu sorga dan menutup pintu neraka. Sesuai sabda Rasulullah SAW, « siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, niscaya akan diam[puni dosa-sosanya yang terdahulu ». Maka tidaklah sepantasnya kita melalaikan masa yang amat baik untuk beramal dan memasuki pintu taubat ini.

    Wassalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

    Buya H. Masoed Abidin.


    Bulan Berkah

    september 16, 2008

    Ramadhan Bulan Berkah

    Isilah Dengan Ibadah,

    Istiqamahlah dalam Berdoa

    Oleh : H Mas’oed Abidin

    عَنْ سَلْمَانُ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قال: خَطَبَنَا رسول الله صلعم فِى آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شِعْبَانَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلُّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ مُبَارَكٌ شَهْرٌ فَيْهَ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مَنْ أَلْفِ شَهْرٍ شَهْرٌ جَعَلَ اللهُ صَيَامَهُ فَريِْضَةٌ وَ قَيَامَ لَيْلَهِ تَطَوُّعًا مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِى مَا سَوَاهُ وَ مَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فَيْهَ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِى مَا سِوَاهُ

    وَ هُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ وَ الصَّبْرُ صَوَابُهُ الْجَنَّةُ وَ شَهْرُ المَوَاسَاةِ و َشَهْرُ يُزَادُ فَى رِزْقِ المُؤْمِنِ فَيْهَ مَنْ فَطَّرَ فِيْهَ صَائِمٍ كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنوُبْهِ وَ عِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ وَ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقَصَ مَنْ أَجْرِهَ شَيْءٌ قَالُوْا يَا رسول الله: لَيْسَ ُكلُّنَا يَجِدُ مَا يُفَطِّرُ صَائِمًا. فقال رسول الله: يُعْطِى الله هَذاَ الثوّاَبَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى ثَمْرَةٍ أو شَرْبَةٍ مَاءٍ أو مَذْقَةٍ لَبَنٍ.

    وَ هُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَ أَوْسَطُهٌ مَغْفِرَةٌ و آخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فِيْهِ غَفِرَ اللهُ لَهُ وَ اعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ.

    وَ اسْتَكْثَرُوْا فِيهِ مِنْ أَرْبَعِ ِخصَالٍ: خَصْلَتَيْنِ تَرْضُوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ خَصْلَتَيْنِ لاَ غِنَاءَ بِكُمْ عُنْهُمَا. فَأَمَّا الخَصْلتَـَانِ اللِّسَانِ تُرْضُوْنَ ِبِهمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إلا اللهُ وَ تَسْتَغْفِرُوْنَهُ وَ أَمَّا الخِصْلَتَانَ اللَّتَانِ لاَ غِنَاءَ بكُِمْ عَنْهُمَا فَسْئَلُوْنَ الله الجَنَّةَ وَ تعَوُْدُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ وَ مَنْ سَقَى صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ خَوْضِى شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الجَنَّةَ.

    Diriwayatkan dari Salman r.a, dia berkata, “Rasulullah SAW. telah memberi khutbah kepada kami pada akhir bulan Sya’ban, kemudian beliau bersabda,

    “Wahai manusia, sungguh telah dinaungi bulan yang agung lagi penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik pada seribu bulan. Bulan yang di dalamnya Allah telah menjadikan puasa sebagai fradhu dan bangun malam sebagai sunnat.

    Barangsiapa yang mendekatkan diri di dalamnya dengan melakukan amalan sunnah maka (pahalanya) sepreti orang yang melakukan amalan fardhu pada bulan lainnya. Dan barangsiapa yang melakukan amalan fardhu di dalamnya, maka (pahalanya) seperti orang yang melakukan tujuh puluh amalan fardhu pada bulan lainnya.

    Inilah bulan kesabaran dan pahala sabar adalah surga. Inilah bulan kasih sayang, bulan saat rezeki seorang mukmin ditambahkan.

    Barangsiapa pada bulan tersebut memberi perbukaan kepada orang yang berpuasa maka ia akan menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapatkan pahala yang sama tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang itu.

    Mereka berkata “Wahai Rasuluhan, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan untuk kepada orang yang berbuka puasa”.

    Beliau bersabda, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi perbukaan puasa meskipun dengan sebutir kurma, seteguh air, atau sesisip (secuil) susu.

    Inilah bulan yang awalnya penuh ramat, pertengahannya penuh ampunan, dan akhirnya penuh kebebasan dari api neraka.

    Barangsiapa yang meringankan beban pembantunya pada bulan itu maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka.

    Perbanyaklah pada bulan itu melakukan empat hal, dua di antaranya dapat membuat Tuhanmu Ridha, dan dua hal lainnya kamu pasti berhajat kepada-Nya.

    Dua hal dapat membuat Tuhanmu ridha adalah bersaksi tiada tuhan selain Allah dan kamu mohon ampun kepada-Nya. Dua hal lagi pasti kamu berhajat padanya yaitu kamu mohon surga kepada Allah dan berlindung dari neraka.

    Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk air di mana ia tidak akan merasa haus hingga masuk surga” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

    Ketika Bulan Ramadhan telah datang, mari diperbanyak Doa di dalamnya karena doa itu sangat penting.

    عَنْ عَلِىِّ بن أَبِي طَالِبِ رَضِىَ الله عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ، قال رسول الله ص.م: الدُّعَاءُ سِلاَحُ المُؤْمِنِ وَ عِمَادُ الدِّيْنِ وَ نُوْرَ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضِ

    “Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama dan cahaya langit dan bumi.” (HR. Al Hakim)

    Doa dalam istilah agama adalah permohonan seorang hamba kepada Tuhannya. Di antara rukun doa adalah harus terdapat pemohon, yaitu hamba. Kemudian ada Dzat yang mengabulkan permohonan kepada yang lebih tinggi  dari hamba, yaitu Allah SWT. Yang ketiga adalah permohonan itu sendiri, yaitu sesuatu yang diminta oleh manusia (pemohon).

    Imam At Thiby berkata bahwa doa menampak- kan kerendahan diri dalam keadaan tidak berdaya dan tiada berkekuatan kepada siapa doa itu di arahkan, kemudian mengatakan hajat keperluan, dengan ketundukan kepada yang mampu mengabulkan doa itu, yakni Allah SWT.

    Doa adalah sarana penting bagi manusia sebagai makhluk yang memiliki naluri ketuhanan (fitrah Ilahiyah), selalu perlu akan kekuatan yang Maha Tinggi dan Maha Kuat.

    Doa adalah pengakuan akan kelemahan diri sebagai makhluk di hadapan Khaliqnya. Doa menjadi curahan hati menjalin hubungan langsung antara Allah dengan hamba-Nya. Setiap orang mengenal doa dan lazim melakukannya.

    Seorang pendurhaka sekalipun ketika berada dalam kesusahan selalu memohon dan berdoa kepada Allah SWT, karena setiap berada dalam kesusahan manusia selalu jujur terhadap dirinya.

    Setiap orang mempunyai insting keimanan. Mereka tahu, bahwa hanya Allah Yang Maha Kuasa.

    Setiap manusia ketika susah selalu berlindung kepada Allah SWT. Mereka yakin Allah memberikan perlindungan dari bahaya dan kesusahan.

    Namun kebanyakan pula lupa akan pertolongan dari Allah itu, ketika susah telah berganti senang, dan sempit telah berubah dengan lapang. Seringkali pula mereka lupa akan doanya masa lalu. Ketika itu, mereka kembali kepada kesesatan. Inilah tabiat manusia yang kurang baik.

    Bersyukur akan nikmat Allah berarti selalu mengingati Allah.

    Berpuasa dalam Ramadhan adalah melatih diri pandai bersyukur atas nikmat Allah itu. Banyak orang yang lupa bersyukur karena ditentukan oleh kadar iman masing-masing kepada Allah SWT.

    Berpuasa atau menahan (imsak) adalah perisai diri kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda tentang peranan puasa membentengi diri dari kesalahan dan kelalaian.

    عن أبى هُريرةَ رضى الله عنه أن رسول الله صلعم قال: الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثُ وَلاَ يَجْهَلُ و إنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنّىِ صَائِمٌ. وَ الذِي نَفْسِى بِيَدِهِ لَحُلُوْفٌ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ الله تعَاَلىَ مِنْ رِيْحِ الِمسْكِ، يَتْرُكُ طَعَامهُ و شَرَابَهُ و شَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى، الصِّيَامِ لِى وَ أَتَا أَجْزِى بِهِ، وَ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Bahwasanya Rasulullah SAW. pernah bersabda: “Puasa adalah perisai (dari api neraka). Maka, orang yang berpuasa janganlah berhubungan badan dengan istrinya atau berbuat jahil, dan apabila seseorang memaki atau mengajak berkelahi, katakanlah kepadanya, “aku sedang berpuasa”.

    Nabi SAW menambahkan, “Demi dia yang menggenggam jiwaku, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari bau misk.

    (Dan inilah perkatan Allah terhadap orang yang sedang berpuasa), ia tidak makan dan minum dan meninggalkan nafsunya karena Aku. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya, dan setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat. (HR. Bukhari).

    Sangatlah di tuntut manusia selalu waspada terhadap kelalaian dirinya. Wajib manusia di mana saja ada kesempatan, terutama dalam bulan Ramadhan ini rajin beribadah dan mengiringi dengan doa.

    Doa adalah sebuah pengakuan dari seseorang akan kelemahannya, maka jika ada seseorang yang enggan berdoa, maka umumnya orang tersebut tergolong sombong tanpa memerlukan pertolongan dari Khalik.

    Inilah manusia yang melampaui batas lantaran mereka melihat dirinya serba berkecukupan. Allah SWT berfirman: “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas karena dia melihat dirinya serba cukup.” (Q.S Al ‘Alaq: 6-7)

    Kebanyakan manusia yang tidak sempurna beriman bersikap di kala sedang mendapat kesenangan dan nikmat sering lupa dengan sumber nikmat itu.

    Tetapi ketika musibah datang, kesusahan membelit kehidupan, mulai  merunduk  meratakan dahi menghiba-hiba memohon perlindungan  Tuhan. Setiap waktu mereka bermunajat, berharap, dan merintih, memohon bantuan dari Tuhannya.

    Manusia seperti ini disindir oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an, “Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri, tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdoa.” (Q.S Fusshilat: 51).

    Semestinya di kala seorang bermunajat kepada Allah, bukanlah terkabul atau tidaknya doa yang harus dijadikan tujuan munajat itu.

    Doa atau munajat itu adalah bagian dari upaya mendekatkan dirinya kepada Allah atau taqarrub kepada Allah yang diutamakan.

    Dengan berdoa, seseorang berkomunikasi langsung dengan Khaliq, Sang Penciptanya. Di dalam diri orang yang berdoa itu lahir suatu  keyakinan bahwasanya Allah SWT Maha Mendengar, Maha Mengetahui dan Maha atas segalanya.

    Keyakinan sedemikian menimbulkan suatu dorongan untuk meningkatkan amal ibadah dan amal shaleh. Inilah tujuan utama dari sebuah doa.

    Nilai yang lebih hakiki dari doa adalah perubahan pada diri menjadi lebih baik dan lebih shaleh.

    Terkabulnya sebuah doa bukan semata-mata karena tangisan atau rintihan sesaat di kala munajat itu semata.

    Terkabulnya sebuah doa ada syarat yang menyertainya. Didahului penyucian diri (tashfiyatul qalbi wa tazkiyatun nafsiy) sehingga diri jauh dari apa yang dimurkai Allah dan diri mendekat kepada ridha Allah.

    Abu Ishaq – Ibrahim bin Adham bin Manshur (161 H/778 M) seorang sufi kelahiran Balkh, Khurasan pernah ditanya seseorang muridnya dari Basrah. “Mengapa doa kami tidak dikabulkan, padahal  Allah telah berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”?

    Ibrahim bin Adham menjawab: “Karena hati kalian telah mati.”

    Ditanyakan lagi : “Apa yang bisa mematikannya?” Ibrahim bin Adham menjawab,

    «Ada delapan hal yang menyebabkan doa itu di tolak » ;

    1. Kalian mengetahui hak Allah, tetapi tidak melaksanakan hak-Nya,

    2. Kalian membaca Al Qur’an tetapi tidak mengamalkan hukum-hukum-Nya,

    3. Kalian mengatakan cinta Rasulullah SAW, tetapi kalian tidak mengamalkan Sunnahnya,

    4. Kalian mengatakan takut mati, tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya,

    5. Kalian membaca firman Allah: “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuhmu.” (Q.S. Fathir: 6), tetapi kalian mendukungnya dalam maksiat,

    6. Kalian mengatakan takut api neraka, tetapi kalian menyampakkan jasad kalian ke dalamnya,

    7. Kalian mengatakan cinta surga, tetapi kalian tidak berusaha untuk mendapatkannya,

    8. Dan apabila kalian berdiri di hamparan kalian, maka kalian melemparkan aib-aib kalian di belakang punggung kalian, dan kalian gelar aib-aib orang lain di hadapan kalian,

    Lalu dengan demikian kalian membuat Tuhan kalian murka, maka bagaimana mungkin Dia mengabulkan doa kalian?”

    Sebelum bermunajat menutur doa ke hadirat Ilahi, alangkah bijaksananya periksa dulu prilaku diri … murka Allah haruslah dihindari, sehingga doa terkabulkan dan amal pun diridhai ….Ingatlah selalu Firman Allah dalam QS.2 Al Baqarah ayat 186.

    Demikian hendaknya kita isi Ramadhan dengan bermunajah dan istighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan sesugguh hati. Dasar puasa Ramadhan adalah Tauhid, dan kita awali dengan istighfar dan doa.

    Amatlah besar keuntungan bagi orang yang menjaga puasanya dengan sungguh-sungguh.

    Sabda Rasulullah SAW,

    عن سَهْلٍ رضى الله عنه عن النبى صلعم قال: إِنَّ فِى الجَنَّةِ بَابًا يُفَالُ له الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ. يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُوْنَ؟ فَيَقُوْمُوْنَ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا اُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

    Diriwayatkan dari Sahl r.a Nabi SAW. pernah bersabda, “Ada sebuah pintu gerbang surga yang disebut Ar Rayyan, dan orang-orang yang berpuasa kelak pada hari kiamat akan masuk ke dalam surga melalui gerbang itu.

    Ia (Ar Rayyan) akan berseru,

    “Mana orang-orang yang berpuasa?”

    Mereka (orang-orang yang berpuasa) pun bangkit dan semuanya masuk (ke dalam surga) melalui gerbang itu. Setelah mereka semua masuk, gerbang itu akan tertutup dan tidak ada seorangpun yang melaluinya lagi” (HR. Bukhari)

    Maka kita ini Ramadhan tahun ini dengan berwisata ke lubuk hati kita masing-masing, sesuai bimbingan agama Islam yang benar.

    Moga Allah menerima puasa kita di dalam Ramadhan tahun ini yang lebih berkualitas dari tahun-tahun silam.

    Allah a’lam bissawab,

    Wassalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

    Buya H. Masoed Abidin


    Bertenggang Rasa dalam Ramadhan, Latihan hidup yang amat baik

    september 16, 2008

    Bertenggang Rasa

    Oleh : Buya H Mas’oed Abidin

    Jika seluruh tuntunan agama diamalkan sesuai nilai‑nilai yang ada dalam Ramadhan, dapat dilaksanakan, tentulah Allah Subhanau Wa Ta’ala akan menjadikan ibadah Ramadhan ini menjadi suatu sarana bagi pendidikan masyarakat se-umumnya.

    Jika nilai‑nilai Ramadhan ini teramalkan dengan baik, sudah barang tentu, selesai Ramadhan ini, masyarakat kita telah terlatih memiliki cara‑cara hidup yang baik. Telah terlatih menahan diri. Telah terlatih pula untuk hidup sederhana. Telah dapat pula berperangai “tenggang rasa” terhadap sesama manusia. Bisa bersikap saling hormat‑ menghormati. Dan yang paling utama adalah, akan lahir masyarakat yang bisa saling tolong menolong.

    Sikap‑sikap terpuji, seperti kita sebutkan tadi, adalah hasil dari latihan selama Ramadhan. Sikap laku perangai (mental attitude) sedemikian, teranglah sudah merupakan sikap jiwa yang diperlukan di dalam pembangunan bangsa dan negara. Di sinilah kita mendapatkan bahwa nilai ibadah shaum Ramadhan memiliki nilai ibadah yang tinggi. Baik untuk pribadi‑pribadi maupun secara ijtima’i (kemasyrakatan). Dalam kaitannya dengan keagungan yang terkandung di dalam Ramadhan ini.


    Beberapa keutamaan bulan Ramadhan, antara lain disebut sebagai syahru‑syabri, yakni bulan melatih kesabaran. Semua manusia mengetahui, bahwa sabar itu adalah sikap yang utama. Seseorang panglima di medan perang, hanya berhasil karena kesabaran yang dimilikinya. Seorang guru yang tengah mendidik, akan berhasil karena memiliki kesabaran. Seorang pencari berita, fakta dan data, akan Terkumpul karena adanya kesabaran. Pedagang di tengah pasar memerlukan kesabaran. Dokter yang sedang menghadapi pasien di meja operasi, akan berhasil lantaran memiliki kesabaran.


    Kesabaran tiada sekolahnya. Tidak ada juga apotik penjual “pel tablet sabar”itu. Kesabaran hanya bisa diperdapat dan ditumbuhkan melalui latihan latihan. Latihan yang paling utama ialah menahan diri. Agama menyebutkan sebagai imsak.


    Puasa Membentuk Manusia Sukses. Firman Allah, “Sesungguhnya kami telah manjadikan apa yang ada dibumi sebagai perhiasan baginya (pakaian/olahraga/alat bagi manusia), agar kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya. (QS. Al‑Kahfi, 18 : 7). Di dalam pernyataan ini terselip tentang sarana untuk keberhasilan manusia dibumi. Keberhasilan, hanya diperuntukkan bagi orang‑ orang yang disebut ayyuhum ahsanu ‘amalan, sesiapa yang terbaik amalan, usaha atau fikrah mereka. Begitulah garis dari Yang Maha Pencipta manusia.

    Pendidikan Ramadhan diarahkan kepada insan‑ insan Mukmin. Dilakukan sangat intensif. Mencakup segi‑ segi ruhiyat (kejiwaan) dan jismiyat (fisik), sehingga terbentuk insan kamil. Yang mampu melahirkan dari geraknya sebagai jawaban nyata. ayyuhum ahsam ‘amalan, siapakah yang terbaik amalan mereka.


    Untuk menciptakan ahsam amalan (amalan terbaik) itu, manusia memerlukan beberapa sikap positif. Antara lain berbentuk ketahanan lahir dan bathin. Selain itu juga ketabahan jiwa, keteguhan pendirian serta keandalan keyakinan.

    Ketelatenan dalam berusaha, atau yang disebut istiqomah (consistence), merupakan hasil dari kejernihan berfikir (positif thinking) dan kedisiplinan dalam penggunaan waktu serta pemakaian benda dan tenaga yang tepat. Secara implisit kesemua sikap positif tadi diperdapat sebagai hasil nyata dari ibadah shaum Ramadhan.

    Shaum (puasa) Ramadhan yang dilakukan tidak hanya sebagai ceremonial ritual (kebiasaan yang mengarah kepada tradisi), berpeluang besar untuk membentuk watak manusia yang berpuasa. Watak yang dilahirkan oleh tindakan puasa yang benar adalah “memperisai diri” dari segala sikap yang tidak baik. Ashshiyaamu jumatun, (puasa itu adalah benteng), yang akan melindungi diri dari sikap‑sikap tercela. Begitu gambaran yang akan disampaikan oleh Rasulullah.


    Maka, shaum yang benar pasti membentuk manusia‑ manusia sukses, berhasil dan utuh. Sesuai sabda Rasululllah,”Sesiapa yang tidak meninggalkan kesia‑siaan (laghwi) dan kecabulan (rafats), maka tidak bermakna puasa baginya” (Al Hadist).

    Jelaslah sudah, mereka yang melaksanakan shaum sesuai dengan bimbingan Rasul (mengikuti sunnah dengan benar), tentulah tidak akan melakukan hal yang sia‑sia (percuma/waste). Selain itu, tentu tidak akan melakukan kecabulan (dalam arti seluasnya). Apakah kecabulan dalam arti pelecehan sexual, atau dalam arti perbantahan, perkelahian, kerusakan, kata‑kata kotor, pemboroson, dan semacam itu. Yang lahir adalah sikap sikap terpuji, saling menghormati, saling membantu, saling merasakan beban sesama, rasa kebersamaan yang dalam, kepedulian sosial yang tinggi.


    Kesemuanya merupakan modal utama manusia mencapai sukses dan berhasil dalam hidup.


    Wallahu a’lamu bis-shawaab.


    Barack Obama kini dan pemerintahan Amerika Serikat yang akan datang, dalam pandangan Saafroedin Bahar

    júní 18, 2008

     

    Barack Obama dan Amerika masa datang

    Pengamatan Sosial Politik perjalanan Saafroedin Bahar ke Amerika

     

    Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta RN dan pegiat pariwisata  Sumbar,

     

    Hari Senin malam tanggal 16 Juni 2008 – bersamaan dengan dengan hari Selasa pagi tanggal 17 Juni 2008 di Jakarta – saya sungguh terpaku menyaksikan siaran langsung pidato calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Barack Obama, di Chicago, pusat industri mobil, yang sedang  menghadapi masa suram, bukan hanya akibat kenaikan harga BBM tetapi juga akibat persaingan dengan mobil-mobil buatan Jepang dan Korea Selatan. Banyak pengamat politik Amerika yang beranggapan bahwa kepiawaiannya sebagai politisi benar-benar akan diuji sewaktu berhadapan dengan massa pemilih di kota ini.

     

    Hasilnya luar biasa. Dengan wajah serius dan dengan sikap penuh percaya diri tanpa terkesan angkuh, Obama yang berusia 46 tahun dan sudah mendapatkan dukungan para delegasi dan super-delegates dari Partai Demokrat, dan yang masih harus diresmikan dalam Konvensi Partai Demokrat pada tanggal 25 Agustus mendatang, menyampaikan program-programnya dengan kalimat-kalimat sederhana yang mudah difahami setiap orang – lengkap dengan angka-angka dukungan anggaran untuk melaksanakan setiap program — mengenai berbagai masalah yang sedang menjadi keprihatinan bangsa Amerika Serikat dewasa ini. Walaupun masih berstatus sebagai calon presiden, namun secara amat meyakinkan, Obama sudah tampak sebagai seorang presiden baru Amerika Serikat, yang berbicara kepada seluruh bangsa Amerika Serikat, terlepas apakah yang bersangkutan dari pengikut Partai Demokrat atau Partai Republik.

     

    Saya yang secara pribadi sudah mengalami  kurun kepresiden lima orang presiden Indonesia, dengan segera teringat pada gaya pidato Presiden Soekarno, yang selain mampu memukau orang banyak, juga mampu menyampaikan gagasan dan kebijakannya dengan dukungan  data dan fakta, tanpa membaca konsep pidato sama sekali. Saya  yakin, pidatonya yang memukau massa tersebut selain berasal dari pengalamannya sebagai senator, ingatan yang kuat, dukungan para penasihatnya dan ahli strategi kampanyenya, juga karena ia mempelajari seluruh masalah yang sedang dihadapi Amerika Serikat, baik masalah dalam negeri maupun masalah luar negeri, dan mengembangkan serangkaian program yang cerdas untukmengatasinya. Seluruhnya itu jelas bersumber dari dedikasinya yang luar biasa kepada Bangsa dan Negaranya yang sedang dirundung berbagai masalah itu.

     

    Tentang masalah Perang Irak, ia menyatakan akan menarik pasukan Amerika Serikat dari perang yang dilancarkan tanpa dasar yang kuat dan selama lima tahun ini  telah memakan korban lebih dari 4000 orang anggota militer Amerika Serikat serta telah memakan biaya ratusan miliar dollar, pada saat Amerika Serikat sendiri sedang dirundung hutang luar negeri yang amat besar. Biaya yang bisa dihemat, yang selama ini digunakan untuk membiayai perang yang sesungguhnya tidak perlu terjadi itu, akan digunakannya untuk membangun perekonomian Amerika Serikat sendiri. Untuk menyediakan lapangan kerja, ia menjanjikan akan menambah anggaran untuk keperluan pendidikan dan pelatihan bagi setiap anak, menambah anggaran untuk mendorong penelitian dan pengembangan sehingga industri Amerika Serikat bisa bersaingan dengan industri negara-negara lainnya, dan akan meninjau kembali perjanjian perdagangan luar negeri yang tidak adil. Ia menjamin agar orang Amerika paling sedikit mempunyai pendidikan setingkat college. Untuk itu ia akan menyediakan bantuan keuangan kepada setiap mahasiswa, yang harus dibayar kembali melalui pekerjaan sosial atau sebagai anggota Peace Corps di luar negeri. Bagi anggota militer yang selesai menjalankan tugasnya di Irak, ia akan memperjuangkan G.I Bill , yaitu undang-undang yang menjamin kelanjutan pendidikannya di perguruan tinggi.

     

    Bagi saya pribadi, yang amat mengesankan adalah program Obama untuk menghubungkan seluruh Amerika Serikat – dari kota-kota besar sampai ke desa-desa terpencil — dengan jaringan internet broadband dalam tempo sepuluh tahun mendatang. Bukan main. Dapat saya bayangkan bahwa dengan dukungan jaringan internet broadband tersebut seluruh, ulangi seluruh, Amerika Serikat benar-benar akan masuk ke abad 21. Jangan kita kira seluruh orang Amerika itu sudah makmur. Belum. Tahun 1974 dahulu saya pernah menyaksikan kemiskinan masyarakat Amerika, khususnya warga kulit hitam,  di kota-kota Negara Bagian Louisiana. Saya tidak yakin keadaannya sudah berubah banyak selama 34 tahun ini. Saya pernah membaca tentang kemiskinan penduduk di pegunungan Appalachia, yang sampai sekarang masih demikian halnya.. Saya percaya jaringan internet selain akan membuka wawasan mereka juga akan membuka peluang mereka untuk maju.

     

    Dalam membela kepentingan nasional Amerika Serikat, ia tidak lupa kaitannya dengan politik luar negeri. Ia mengeritik pemerintahan Irak yang sama sekali tidak mau mengeluarkan anggaran untuk membangun kembali negerinya sendiri. Secara khusus ia mengeritik perjanjian perdagangan dengan Korea Selatan, yang pada suatu sisi mengekspor ratusa ribu mobil ke Amerika Serikat, tetapi pada sisi lain memproteksi hasil pertanian negerinya sendiri.

     

    Secara amat meyakinkan ia benar-benar melumat seluruh kebijakan Presiden George W Bush serta kebijakan calon presiden Partai Republik John McCain, sehingga kedua tokoh Partai Republik tersebut bagaikan sudah tinggal bayang-bayang belaka dalam pentas politik Amerika Serikat. Walau pemilihan presiden Amerika Serikat akan berlangsung empat bulan lagi, namun Obama sudah tampil secara amat meyakinkan sebagai seorang presiden, yang selain mampu menyatukan kembali Bangsa Amerika juga mampu menunjukkan masa depan yang lebih baik untuk sepuluh tahun mendatang. Sebabnya sederhana. Calon presiden Partai Demokrat lainnya, Senator Hillary Rodham Clinton, telah menghentikan kampanyenya dan secara ksatria mengakui kemenangan Obama, mengucapkan selamat, dan mendorong pendukungnya untuk mendukung Barack Obama.Presiden incumbent George W Bush yang secara pribadi selama ini bersikap sangat angkuh, fanatik, terkesan tidak jujur, dan gagal dalam Perang Irak yang tidak populer itu, secara in concreto seakan-akan sudah dilupakan oleh Bangsa Amerika .Calon presiden John McCain dari Partai Republik sudah cukup tua tua – 71 tahun –  berambut putih dan terkesan sakit-sakitan, selain tidak mahir berpidato dan kaku, juga tidak mampu menampilkan kebijakan yang cerdas dan meyakinkan untuk menjawab masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh Bangsa Amerika. Setelah tampil menyedihkan dalam rapat-rapat umum, sekarang ia berkampanye di kota-kota kecil. Dengan kata lain, Barack Obama sekarang ini merupakan seorang prima donna dalam panggung politik Amerika Serikat. Tidaklah mengherankan bahwa mantan Wakil Presiden Al Gore, yang juga merupakan seorang pemenang Hadiah Nobel, memberikan dukungan kepada Barack Obama.

     

    Para sanak pegiat pariwisata Sumatera Barat,

     

    Selama malala sebulan lebih di Negara Bagian Texas dan California saya sudah sering mengikuti siaran langsung pidato kampanye para calon presiden Amerika Serikat, khususnya Senator Hillary Rodham Clinton, Senator John McCain, dan Senator Barack Obama. Sungguh, dari pengamatan langsung ini – walau hanya melalui siaran televisi –  saya banyak belajar bagaimana sistem pemerintahan demokrasi presidensial berfungsi sejak dari taraf yang paling awal, khususnya dalam memilih seorang calon presiden pada negara adikuasa tunggal di dunia masa kini. Saya merasa bersyukur selain dapat menyaksikan munculnya seorang presiden Amerika Serikat pertama yang berkulit hitam juga menyaksikan akan lahirnya suatu era baru  Amerika Serikat, pasca rezim Presiden George W Bush yang angkuh, fanatik, dan gila perang itu. Amerika Serikat telah melahirkan seorang statesman baru.

     

    Sungguh menarik, bahwa Obama yang sebelum penampilannya yang fenomenal dalam bulan-bulan terakhir ini relatif belum banyak dikenal orang, bisa melejit demikian cepat mengalahkan para politisi senior, sehingga di Indonesia ia bisa disebut sebagai seorang  satrio piningit. Juga amat menarik untuk diperhatikan bahwa biaya kampanye Obama tidaklah didukung oleh cukong-cukong besar yang kemudian minta jabatan di pemerintahan – seperti terjadi di Indonesia –  tetapi berasal dari sumbangan para puluhan ribu  simpatisannya..Saya mendapat kesan bahwa walaupun Obama dicalonkan melalui ‘kenderaan’ sebuah partai politik, namun hampir tidak terlihat peran dari dewan pimpinan pusat Partai Demokrat ini. Saya juga tidak pernah mendengar siapa ketua Partai Demokrat ini. Seperti juga dengan para calon presiden lainnya, Obama didukung oleh sebuah tim sukses yang terdiri dari para sukarelawan yang dibiayai dari dukungan dana yang disumbangkan para pendukungnya. Saya yakin betul, bahwa dalam sistem pemilihan presiden di Amerika ini tidak ada permintaan pimpinan pusat partai untuk mendapatkan ‘gizi’ dari para calon, yang bagaimanapun juga  harus bertarung sendiri memperoleh dukungan pemilih.

     

    Mau tidak mau tentu saja saya membandingkan proses pemilihan presiden Amerika Serikat ini dengan proses pemilihan presiden di Indonesia, yang akan berlangsung bulan April 2009 yang akan datang. Terbayang dalam pikiran saya para calon yang akan maju, antara lain: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden M.Jusuf Kalla, para mantan presiden KH Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, mantan Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima TNI/ Jenderal TNI Wiranto, mantan Gubernur DKI Jakarta Letjen Sutiyoso dan beberapa ketua serta tokoh partai politik lainnya.

     

    Sungguh amat menyolok, bahwa tidak seorangpun di antara para calon presiden Indonesia mendatang ini yang merupakan orator yang mampu memukau publik, dan tidak seorangpun yang – sampai saat ini — telah menampilkan gagasan yang cerdas dan meyakinkan untuk menjawab masalah-masalah besar bangsa Indonesia yang sudah dirundung krisis selama 10 tahun terakhir. Lebih dari itu beberapa orang di antara para calon presiden  ini menyandang masalah masa lampau yang perlu dijernihkannya lebih lanjut. Secara pribadi saya memperoleh kesan bahwa beberapa orang di antara para calon presiden ini  hanya berbekal  jual pesona,  memanfaatkan fanatisme pendukung, atau jika hal-hal itu tidak dimilikinya, bersiap-siap untuk mengucurkan dana untuk ‘membeli” suara pada saatnya nanti. Sedih memang.

     

    Akhirulkalam, saya  bertanya kepada diri saya sendiri, mungkinkah sistem politik Indonesia melahirkan seorang Barack Obama Indonesia, yaitu seorang calon presiden yang merupakan tokoh muda nasional – di bawah umur 50 tahun — yang selain merupakan orator yang piawai dan relatif berpengalaman dalam pemerintahan,  juga mampu merumuskan kebijakan kenegarawanan yang meyakinkan untuk menanggulangi kompleksitas masalah nasional yang demikian berat, terutama menanggulangi masalah kemiskinan dan pengangguran, yang sudah benar-benar mencekik leher Rakyat ?  Terus terang, selama partai politik Indonesia masih berfungsi seperti sekarang, yaitu sebagai broker dalam “industri politik” yang bergelimang uang,  saya koq tidak yakin. Mau tidak mau, nampaknya perlu ada Reformasi Gelombang Kedua, untuk mengoreksi dan menuntaskan agenda Reformasi Gelombang Pertama yang telah dibajak  oleh para avonturir politik.

     

    Bagi para sanak yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang calon presiden baru Amerika Serikat mendatang ini silakan dibuka situs website-nya: www.barackobama.com. Pasti asyik.

     

    Wassalam,
    Saafroedin Bahar

    (L, 71 th, kini sedang di San Ramon, California, USA)

    Tue, 17 Jun 2008 09:32:42 -0700 (PDT)

     

     

    [R@ntau-Net] OOT: Catatan-catatan Lepas Perjalanan 11: Barack Obama, Soekarno Muda Amerika Serikat.

     


    Hello world!

    maí 8, 2008

    Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!