Færðu inn athugasemd

Fir’aunisme (1), sebuah renungan berita wahyu

FIR’AUNISME

Oleh : H.Mas’oed Abidin

 

            Sejarah mencatat Fir’aun (Pharaoh) sebagai sosok penguasa dengan kekuasaan tak terbatas di Mesir. Kisah pemerintahannya tampil dengan sistim otoriter, diktator absolut, kejam dengan segala bentuk pemerkosaan hak-hak hidup rakyat banyak. Kekuasaan pemerintahan berlalu tanpa mengindahkan pendapat orang lain. Penindasan hak-hak rakyat bawah oleh tangan-tangan kekuasaan melalui balatentaranya.

Kebenaran agama wahyu yang disampaikan oleh utusan Allah yakni Musa AS ditolak, dengan alasan bahwa Fir’aun adalah penguasa tertinggi (QS.29, An Nazi’aat,ayat 25).

Pemerintahannya tercatat tidak menghormati hak asasi makhluk hidup yang terlihat pada penindasan terhadap manusia tanpa batas. Semuanya dilakukan semata untuk mencapai semua yang diingininya. Walaupun di zamannya pembangunan proyek-proyek raksasa (sphinx, pyramida, Luxor) yang amat mencengangkan tak tertandingi hingga kini. Semua keberhasilan itu dibayar dengan darah dan nyawa, tidak hanya sebatas keringat dan air mata. Kondisi inilah sebenarnya yang telah menyebabkan rakyat terpuruk dalam menjadi budak.

Diskriminasi merajalela hanya karena penduduk yang bukan dari ras lingkungan pemerintahannya tidak memiliki hak kekuasaan apapun. Kalangan yang berkuasa adalah elite keluarga istana di dekat Fir’aun, serta kekuasaan kelompok tentara (junudahu) dibawah komando Panglima Haman (lihat QS.28:8)..

Kekuatan inti ini mendapat dukungan dari pengusaha kaya yang selalu memperoleh fasilitas menguasai ekonomi dan hajat orang banyak seperti mega-konglomerat Qarun yang sangat angkuh (lihat QS 28:76).

Tiga kekuatan tersebut merupakan pilar utama kekuasaan yang sangat berperan menjadikan Fir’aun penguasa tertinggi (muthlak). Apalagi dikelilingnya bercokol para menteri jinak penjilat yang bertindak semata atas petunjuk maharaja diraja walaupun kemudiannya berhenti dikala hak-hak rakyat mesti di korbankan.

Al Quranul Karim mengulang-ulang kisah Fir’aun ini pada 74 ayat, dan Haman pada 6 tempat serta Qarun di 4 ayat. Semuanya dimaksudkan supaya Rasulullah SAW dan orang yang beriman selalu ingat dan bersedia menjadikan bahan kaji-banding agar kemelut tidak terulang bila pemerintahan sistim Fir’aun (Fir’aunisme) kembali hidup. Bahaya sangat besar tak terelakkan bisa merusak sendi-sendi kehidupan umat manusia secara global.

Sinyal-sinyal Al Quran secara teliti mendalam menyebutkan cara  Fir’aun menjamin status quo  kekuasaan melalui program licik penuh kesewenangan.

Dengan rinci wahyu Allah dalam Al Quran mengulangkan kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW, antara lain; (1). Menjadikan penduduknya pecah belah (syiya’an), (2). Melakukan penindasan terhadap sebahagian dari rakyatnya dan memberikan kedudukan terhadap kelompok penduduk yang sejalan dengan pola kekuasaanya (yas- tadh’ifuu thaa-ifatan minhum) dengan menerapkan sistim politik belah bambu, (3). Membunuh anak-anak lelaki dari kelompok tertentu (emigran Bani Israil) serta menghidupkan anak-anak perempuan (etnis cleansing) dengan maksud supaya tidak lahir satu kekuatan yang bisa menjatuhkan kemapanan kekuasaannya. (lihat QS.28 al-Qashash, ayat 4).

Hasil dari pengkebirian nilai-nilai keluhuran dan kejujuran adalah pupusnya patriotisme berbangsa di tengah kemajemukan penduduk, sehingga  tumbuhlah umat penurut yang terpasung tanpa pemilikan hak kebebasan  ideologi. Akhir dari kekuasaan muthlak yang di paksakan oleh Fir’aun adalah fasad dan kehancuran yang tak terelakkan. “Maka, hancur (celaka) Fir’aun beserta seluruh kaum pengikutnya dan tidak memberi petunjuk” (lihat QS. Tha-haa, ayat 79).***

           

Padang, September 1998. 

 

Færðu inn athugasemd

Skráðu umbeðnar upplýsingar að neðan eða smelltu á smámynd til að skrá þig inn:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Breyta )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Breyta )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Breyta )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Breyta )

Tengist við %s

%d bloggers like this: