Færðu inn athugasemd

Fir’aunisme (3), Pengundang Bencana – Renungan Kisah Wahyu Al Quran

Fir’aunisme (3)

PENGUNDANG BENCANA

 

Oleh: H.Mas’oed Abidin

 

Apapun yang menimpa kamu berupa sayyiatin (bencana, keburukan, hukuman), semuanya itu tersebab kelalaian (kesalahan) dirimu sendiri. Pedoman Al Quran mewajibkan manusia mukmin selalu berhati-hati dalam bertindak supaya tidak mengundang bencana. Karena keburukan (bencana) datang adalah disebabkan kelalaian sendiri. Beberapa kesalahan yang menyebabkan datangnya bencana antara lain adalah, mendustakan kebenaran ayat-ayat Allah, memandang sinis terhadap petunjuk ulama, dan ingkar terhadap agama.

Betapapun banyak harta, atau kuatnya keluarga (anak turunan) tidak akan mampu menolak hukuman Allah, dan kelak di akhirat sudah pasti menjadi bahan bakar dari api neraka. Mereka sama saja seperti Fir’aun dan orang sebelumnya yang mendustakan agama dan melecehkan ayat-ayat Allah. Dosa itulah yang menyebabkan mereka di hukum (lihat QS.3,Ali Imran:10-11).

Mengandalkan kekuatan sihir dan dukun.  Seperti halnya juga dengan Fir’aun, selalu dikelilingi para dukun istana dan tukang sihir, serta diberikan kedudukan istimewa sebagai orang yang dekat kepadanya (lihat QS.7,al-A’raf:113-114). Para pejabat sangat pandai membaca situasi dan kondisi ini. Mereka mencoba memanfaatkan dukun dan sihir untuk mendekati kekuasaan. Akhirnya, mereka karam (lihat QS.10, Yunus:79).

Hilangnya kebebasan, timbulnya kesewenangan membabi buta dalam bentuk pemaksaan telah berdampak kepada pemerkosaan hak-hak rakyat. Masyarakat umumnya enggan melaksanakan risalah agama, lidah umat berat menyebut nama Allah yang digantikan oleh Fir’aun menjadi Tuhan (lihat QS.10:83, dan QS.20,Thaa-Haa: 42-82).

Kesewenangan dalam penerapan hukuman tanpa pemeriksaan, penangkapan atau pencekalan terhadap orang yang berseberangan dengan Fir’aun, termasuk tukang sihir terdekat, dengan ancaman tangan dan kaki akan dipotong bersilangan, atau di bunuh ditiang salib (lihat QS.7, al-A’raf ayat 123-124).

Jiwa rakyat menjadi mati. Para pemuka pemerintahan mengikuti perintah Fir’aun secara membabi buta, walaupun diantara mereka me mahami bukan perintah yang benar (lihat QS.11, Hud:96-97).Terdorong sikap aniaya dan dendam permusuhan, serta terlambat sadar, telah membawanya tenggelam kedasar laut (QS.10:90-91).

Bila kekuatan fisik tidak mampu menghadapi penguasa zalim, sebagai Fir’aun, maka do’a orang teraniaya atau bisikan nurani rakyat kecil diiringi ke ikhlasan akan di jawab oleh Allah. Diantara do’a Nabi Musa AS, „wahai Tuhan kami, Engkau telah berikan kepada Fir’aun dan para pembesarnya perhiasan kemegahan dan harta kekayaan berlimpah didalam kehidupan dunia, tetapi wahai Tuhan kami, bukankah semua anugerah Engkau itu telah di jadikan mereka menjauh dari jalan-MU ? Wahai Tuhan kami, alangkah hinanya harta kekayaan mereka dan alangkah kerasnya hati mereka, sebab mereka itu tidak akan kunjung beriman hingga diperlihatkan kepada mereka ‘azab yang pedih“ (QS.Yunus:88). Akhirnya Allah memperkenankan juga.

Bertubi-tubi azab datang melahirkan bencana dalam negeri, seperti dinukilkan dalam Al Quran antara lain, kemarau panjang dan kurangnya makanan pokok dan buah-buahan.  Datangnya taufan (banjir), hama belalang, kutu, katak dan darah atau air minum yang berubah menjadi darah. Hancur semua yang telah dibangun (kota Ramses dan menara Haman), (lihat QS. 7:130-136). Dalam masa yang panjang mendapatkan kutukan dan laknat yang seburuk-buruknya (QS.11, Hud:99), dikeluarkan dari keindahan taman mata-air serta perbendaharaan harta kekayaan akhirnya di turunkan dari kedudukan yang tinggi dan mulia (QS.26, asy-Syu’ara:53-58).

Semoga, umat Muhammad SAW selalu terhindar dari mengulangi kesalahan dan perbuatan naif umat atau pemimpin terdahulu, hanya dengan selalu mau memahami dan mengamalkan bimbingan Allah dalam agama.***

 

Catatan :

Diterbitkan di Padang, September 1998, dalam HU Mimbar Minang.

 

Færðu inn athugasemd

Skráðu umbeðnar upplýsingar að neðan eða smelltu á smámynd til að skrá þig inn:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Breyta )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Breyta )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Breyta )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Breyta )

Tengist við %s

%d bloggers like this: