Færðu inn athugasemd

Tantangan Memasuki Alaf ke tiga

MEMASUKI MILLENIUM KETIGA

Oleh : H. Mas’oed Abidin.

 

Menghadapi tantangan abad mendatang (abad XXI) dalam persiapan memasuki millenium ketiga umat Islam mesti menanamkan usaha moral dengan jelas dan berketerusan (sustained), dan selalu berupaya menjadikan firman Allah sebagai aturan kehidupan yang dijalankan secara murni sehingga tercapai perubahan peradaban kembali gemerlapan. Upaya ini menuntut seluruh umat Islam lahir kembali dengan iman dan amal nyata sebagai diungkapkan oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss) dalam bukunya „Islam di Persimpangan Jalan“(1932) bahwa „Islam adalah metode yang lengkap dan sempurna untuk mengatur hidup ini„.

Tanamkan Optimisme Melihat kondisi pergeseran pandangan masyarakat dunia dewasa ini, maka umat Islam wajib berperan aktif kedepan (abad XXI). Usaha itu dapat dilakukan dengan upaya menjadikan firman Allah sebagai aturan kehidupan.

Melaksanakan secara murni konsep agama Islam menggerakkan perubahan berbentuk social reform, agar peradaban kembali gemerlapan, menjadi kewajiban setiap umat Islam yang tidak dapat di abaikan sepanjang kehidupan. Berpaling dari sumber kekuatan murni (Kitabullah dan Sunnah) dengan menanggalkan komitmen prinsip syar’i dan akhlak Islami akan berakibat fatal untuk umat Islam (bahkan penduduk bumi). Pada gilirannya umat Islam akan menjadi santapan konspirasi dari kekuatan Barat. Konsekwensinya adalah wilayah yang sudah terpecah akan sangat mudah untuk dikuasai.

Kembali kepada watak Islam  tidak dapat ditawar-tawar dalam menata kehidupan manusia yang ingin diperbaiki. Tuntutannya agar umat lahir kembali dengan iman dan amal nyata.

Tatanan masyarakat harus dibangun diatas landasan persatuan (QS.al-Mukminun:52), dan tumbuh dibawah naungan ukhuwwah.  Anggota masyarakatnya didorong hidup dalam prinsip ta’awunitas (kerjasama) dalam al-birri (format kebaikan) dan ketakwaan (QS.al-Hujurat:10). Hubungan bermasyarakat harus didasarkan atas ikatan mahabbah (cinta kasih), sesuai sabda Rasul: “Tidak beriman seorang kamu sebelum mencintai orang lain seperti menyayangi diri sendiri

 Setiap masalah diselesaikan dengan musyawarah (lihat QS.asy-Syura:38). Tujuan akhirnya, penjelmaan satu tatanan masyarakat yang pantang berpecah belah (lihat QS.Ali Imran:103). Rahasia keberhasilan yang terpenting adalah “tidak terburu-buru” (isti’jal) dalam bertindak. Tidak memetik sebelum ranum atau membiarkan jatuh ketangan orang lain. Kepastian dalam berbuat karena adanya husnu-dzan (sangka baik) sesama umat mengiringi tawakkal kepada Allah.

Dalam tatanan berpemerintahan, kekuasaan akan berhasil jika menyentuh hati nurani rakyat banyak sebelum kekuasaan itu menjejak bumi. Yang menjadi ukuran semestinya adalah adil terhadap aspirasi yang berkembang. Takarannya untuk kemashlahatan umat banyak secara transparan. Kekuatan hati (dhamir) penduduk dalam menanamkan kecintaan yang tulus lebih utama sebelum menyangkut pembentukan kekuatan fisik umat. 

 

Titik lemah umat karena hilangnya akhlaq (moralitas) Islami.

Enggan untuk memahami syari’at, berakibat kepada hilangnya kecintaan (kesadaran) terhadap Islam.

Lahirnya radikalisme (berlebihan dalam agama) menghapuskan watak Islam. Tidak menghormati hubungan antar manusia, merupakan kebodohan pengertian terhadap prinsip sunnah. Akibatnya adalah tindakan anarkis (merusak). Pesan agama sangat jelas ; “Sesungguhnya agama ini kokoh, maka masuklah kedalamnya dengan lembut”( HR.Ahmad, dalam Musnad ).

Lemahnya bekalan agama dilapisan umat dan tipisnya pemahaman Islam akan berpengaruh didalam kehidupan. Paham ‘Ashabiyah (kedaerahan), menghilangkan arti maknawi dari ukhuwwah.

 

Persatuan lahiriyah tidak mampu menumbuhkan kebahagiaan mahabbah (cinta sesama).

Di sinilah bermula sumber kehancuran.

 

Padang, Juli-1999.

Færðu inn athugasemd

Skráðu umbeðnar upplýsingar að neðan eða smelltu á smámynd til að skrá þig inn:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Breyta )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Breyta )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Breyta )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Breyta )

Tengist við %s

%d bloggers like this: