Færðu inn athugasemd

Bagaimana Menghafal Al Quran

Bagaiamana menghapal Al-Quran Al-Kariim?
Oleh : Ummu Abdillah & Ummu Maryam

Sebagai   seorang  mukmin,  kita  tentunya  berkeinginan  untuk  dapat
menghafal  Al-Quran  dan  setiap  kita  pasti  memimpikan  agar  dapat
melahirkan  anak-anak  yang  hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut
ini  ada  beberapa  cara/kaidah  dasar  untuk memudahkan menghafal, di
antaranya:

1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla.

Memperbaiki  tujuan  dan  bersungguh-sungguh  menghafal Al-Quran hanya
karena  Allah  Subhanahu  wa Ta`ala serta untuk mendapatkan syurga dan
keridhaan-Nya.  Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Quran
dan  menghafalnya  karena  tujuan  keduniaan,  karena  riya atau sumah
(ingin  didengar orang), dan perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan
pelakunya kepada dosa.

2. Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa.

Ini  adalah  asas  bagi  setiap  orang  yang  berusaha untuk menghafal
Al-Quran.  Sesungguhnya  siapa  yang mencari kelezatan dan kebahagiaan
ketika membaca Al-Quran maka dia akan mendapatkannya.

3. Membenarkan ucapan dan bacaan.

Hal  ini  tidak  akan  tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang
yang  baik  bacaan  Al-Qurannya  atau  dari orang yang hafal Al-Quran.
Rasulullah  shallallahu  `alaihi  wa  sallam sendiri mengambil/belajar
Al-Quran  dari  Jibril alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada
bulan  Ramadhan secara rutin Jibril alaihis salam menemui beliau untuk
murajaah  hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah shallallahu `alaihi wa
sallam diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali.

Para shahabat radliallahu `anhum juga belajar Al-Quran dari Rasulullah
shallallahu   `alaihi   wa   sallam   secara   lisan   demikian   pula
generasi-generasi  terbaik  setelah  mereka.  Pada masa sekarang dapat
dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari
yang  baik  dan  bagus  bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Quran untuk
tidak  menyandarkan  kepada  dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Quran
dan tajwidnya.

4. Membuat target hafalan setiap hari.

Misalnya  menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu
hizb,   seperempat  hizb  atau  bisa  ditambah/dikurangi  dari  target
tersebut  sesuai  dengan  kemampuan.  Yang  jelas  target  yang  telah
ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.

5. Membaguskan hafalan.

Tidak  boleh  beralih  hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna.
Hal  ini  dimaksudkan  untuk  memantapkan  hafalan  di  hati. Dan yang
demikian  dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan
sepanjang siang dan malam.

6. Menghafal dengan satu mushaf.

Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana
bisa menghafal dengan mendengar.

Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan
tempat-tempatnya dalam mushaf.

Bila  orang  yang menghafal Al-Quran itu merubah/mengganti mushaf yang
biasa  ia  menghafal  dengannya  maka hafalannya pun akan berbeda-beda
pula dan ini akan mempersulit dirinya.

7. Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.

Di  antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk
menghafal  Al-Quran  adalah  dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan
dan  juga  mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan
ayat yang lainnya.

Oleh  sebab  itu  seharusnyalah  bagi penghafal Al-Quran untuk membaca
tafsir  dari  ayat-ayat  yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan
tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat
atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus.

Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula
seperti  kitab  Zubdatut  Tafsir  oleh  Asy-Syaikh  Muhammad  Sulaiman
Al-Asyqar.

Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat
menelaah  kitab-kitab  tafsir  yang  berisi  penjelasan  yang  panjang
seperti  Tafsir  Ibnu  Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan
Adhwaaul  Bayaan  oleh  Asy-Syanqithi.wajib  pula menghadirkan hatinya
pada saat membaca Al-Quran.

8.  Tidak  pindah  ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang
dihafalkan.

Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke
surat  lain  kecuali setelah benar-benar sempurna hafalannya dan telah
kokoh dalam dada.

9. Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain).

Orang   yang   menghafal   Al-Quran   tidak  sepantasnya  menyandarkan
hafalannya   kepada   dirinya  sendiri.  Tetapi  wajib  atasnya  untuk
memperdengarkan  kepada  seorang  hafidz  atau  mencocokkannya  dengan
mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan,
atau syakal ataupun lupa.

Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya
sendiri,  sehingga  terkadang  ada  yang salah/keliru dalam hafalannya
tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.

10. Selalu menjaga hafalan dengan murajaah.

Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam :
„Jagalah   benar-benar  Al-Quran  ini,  demi  Yang  jiwaku  berada  di
Tangan-Nya,  Al-Quran  lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat
dari ikatannya.“

Maka  seorang  yang  menghafal  Al-Quran  bila  membiarkan  hafalannya
sebentar  saja  niscaya  ia  akan  terlupakan.  Oleh karena itu hendak
hafalan  Al-Quran  terus diulang setiap harinya.

11. Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa.

Khususnya  yang  serupa/hampir  serupa  dalam lafadz, maka wajib untuk
memperhatikannya  agar  dapat  hafal  dengan  baik dan tidak tercampur
dengan surat lain.

12. Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal.

Ada   baiknya   penghafal   Al-Quran  menulis  ayat-ayat  yang  sedang
dibaca/dihafalkannya,  sehingga  hafalannya tidak hanya di dada dan di
lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan.

Berapa banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal
satu  atau  beberapa  surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk
menuliskan  hafalan  tersebut  mereka tidak bisa atau banyak kesalahan
dalam penulisannya.

13. Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal.

Usia  yang  baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25
tahun.  Wallahu  alam  dalam  batasan  usia tersebut. Namun yang jelas
menghafal  di  usia  muda  adalah  lebih mudah dan lebih baik daripada
menghafal di usia tua.

Pepatah  mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas
batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air.

HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN

Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran
maka  sudah  sepantasnya  bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang
menghalangi  dan  menyulitkan  hafalan  agar  kita  dapat waspada dari
penghalang-penghalang tersebut.

Di antaranya:

1. Banyaknya dosa dan maksiat.

Sesungguhnya  dosa  dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran
dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.

2.  Tidak  adanya  upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara
terus-menerus.  Tidak  mau  memperdengarkan  (meminta orang lain untuk
menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.

3.  Perhatian  yang  berlebihan  terhadap urusan dunia yang menjadikan
hatinya   tergantung  dengannya  dan  selanjutnya  tidak  mampu  untuk
menghafal dengan mudah.

4.  Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat
dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.

Kita  mohon  pada  Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia mengkaruniakan
dan  memudahkan  kita  untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta
dapat  membacanya  di  tengah  malam  dan  di tepi siang. Wallahu alam
bishawwab.

(Ummu  Abdillah & Ummu Maryam, dinukil dari kutaib: „Kaifa Tataatstsar
bil Quran wa Kaifa Tahfadzuhu?“ oleh Abi Abdirrahman)

TOPIK: Bagaiamana menghapal Al-Quran Al-Kariim?
 http://groups.google.com/group/RantauNet/browse_thread/thread/115fd568440604eb?hl=id
Sel 24 Jun 2008 02:03
Dikirim oleh : Arnoldison

Auglýsingar

Færðu inn athugasemd

Skráðu umbeðnar upplýsingar að neðan eða smelltu á smámynd til að skrá þig inn:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Breyta )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Breyta )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Breyta )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Breyta )

Tengist við %s

%d bloggurum líkar þetta: