Færðu inn athugasemd

Sumatera Barat pemain baru ISSDP

Ditulis oleh Mujiyanto – Thursday, 05 June 2008

Tiga provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat
menjadi pemain baru program Indonesia Sanitation Sector Development
Program (ISSDP). Ketiga provinsi itu datang dengan persiapan yang
cukup dan sudah memiliki program-program terkait pengembangan
sanitasi. Sebuah harapan baru bagi replikasi program sanitasi kota
yang sudah berjalan sebelumnya.

Kesiapan ketiga provinsi itu terekam dalam Lokakarya Persiapan ISSDP
Tahap II di Jakarta, 13 Mei 2008 lalu di Jakarta. Secara umum
masing-masing provinsi telah siap dengan  kelembagaan, komitmen, pola
komunikasi, dan fasilitasi dalam pengelolaan pembangunan sanitasi di
tingkat propinsi.

Jawa Tengah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki Pokja AMPL yang
mengelola pembangunan sektor air minum dan sanitasi di kota/kabupaten.
Pokja ini melibatkan Bappeda, Dinas Permukiman dan Tata Ruang, Dinas
Kesehatan
, dan Badan Pemberdayaan Masyarakat yang berperan untuk
mengupayakan peningkatan prioritas pembangunan sektor AMPL di daerah.
Selain itu, Jawa Tengah juga memiliki Pokja Pamsimas.

Saat ini Jawa Tengah telah memasukkan sektor AMPL dalam prioritas
pembangunan daerah (RKPD, Pergub Akselerasi Renstra RPJP 2005-2025).
Propinsi juga sedang membentuk 15 tim koordinasi dan Pokja AMPL di
Kota/Kabupaten dan 30 Pokja Pamsimas hingga tahun 2008. Provinsi juga
mendukung upaya peningkatan alokasi dan prioritas alokasi APBD pada
Kabupaten/Kota yang mempunnyai Pokja AMPL dengan pola keterpaduan.
Selain itu ada upaya peningkatan peran masyarakat (stimulan),
peningkatan kapasitas SDM pokja, serta kerja sama dengan sumber-sumber
pembiayaan lain dalam berbagai kegiatan.

Secara umum, penduduk Jawa Tengah yang berjunlah 32 juta jiwa lebih
tinggal di perdesaan (63,6 persen). Sisanya (36,4 persen) di
perkotaan. Dari jumlah tersebut, yang memiliki jamban sendiri 65
persen, jamban bersama 2 persen, jamban umum 3 persen, dan sisanya
bukan jamban 30 persen.

Jawa Timur
Pemda Jawa Timur dalam RPJMD 2006-2008 telah mengagendakan program
percepatan pembangunan infrastruktur di antaranya pengembangan kinerja
pembangunan air minum dan air limbah, pengembangan kelembagaan
pembangunan air minum dan air limbah, peningkatan kinerja pembangunan
persampahan dan drainase, serta pengembangan kelembagaan pembangunan
persampahan dan drainase.

Dalam RPJMD tersebut, kebijakan bidang sanitasi sangat jelas yakni
meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dalam mencapai sasaran
pembangunan air limbah di perkotaan dan perdesaan; meningkatkan peran
serta swasta dan masyarakat dalam pembangunan & pengelolaan sarana air
limbah; dan mendorong terbentuknya regionalisasi pengelolaan air
limbah

Khusus Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Limbah, yang sudah
diprogramkan dalam RPJMD yakni: pembangunan sarana sanitasi pedesaan &
kawasan pesantren; revitalisasi IPAL/IPLT  terbangun di perkotaan; dan
pemulihan sarana saniotasi yang rusak akibat bencana alam. Sedangkan
di program Pengembangan Kelembagaan Air limbah yakni fasilitasi kerja
sama pembangunan & pengelolaan  sarana air limbah dengan swasta dan
masyarakat.

Kednati belum memiliki Pokja AMPL, perhatian Pemda terhadap sektor
sanitasi cukup besar. Ini dibuktikan dengan telah disusunnya estimasi
biaya yang diperlukan untuk pembiayaan pembangunan sanitasi hingga
tahun 2010 dan juga telah didentifikasi beberapa kota dan kabupaten
yang menjadi daerah prioritas penanganan air limbah domestik. Dalam
hal ini Pemprov Jawa Timur akan memfokuskan pada kota-kota di
sepajangan aliran Sungai Brantas agar pengelolaan sanitasi di sekitar
area tersebut dapat mendukung upaya konservasi sungai. Program
sanitasi yang pernah dilaksanakan antara lain Sanimas dan CLTS.

Sumatera Barat
Propinsi Sumatera Barat memiliki komitmen cukup tinggi terhadap sektor
sanitasi. Ini tidak lepas dari keberadaan Pokja AMPL provinsi. Pokja
inilah yang mengelola kegiatan-kegiatan dan program pengembangan
sanitasi seperti Pamsimas, Sanimas, P2KP, WSLIC 2, dan ISSDP. Pokja
AMPL berupaya memfasilitasi daerah Kabupaten/Kota dalam pengelolaan
program sanitasi dan penyehatan lingkungan. Tak mengherankan bila
fasilitasi yang dilakukan Pokja AMPL provinsi menghasilkan peningkatan
daerah replikasi kebijakan AMPL dari 6 Kabupaten/Kota tahun 2007
menjadi 10 Kabupaten/Kota pada tahun 2008.

Pokja telah melakukan pendekatan kelembagaan dan sosialisasi terhadap
stakeholder dalam berbagai kesempatan seperti lokakarya serta rapat
koordinasi antara Gubernur dengan Bupati/Walikota sehingga dapat
meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan
sanitasi bagi daerah dan masyarakat, sekaligus pencapaian indeks
pembangunan manusia.

Dukungan masyarakatnya pun cukup besar. Ini antara lain terbukti
dengan adanya Badan Pengelola yang dibentuk oleh masyarakat pengguna
untuk persampahan dengan skala kecil dan pelayanan dari Rumah Tangga
sampai TPS; perubahan perilaku melalui pembuatan jamban disetiap
rumah; pelibatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan operasi dan
pemeliharaan; penggunaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi
lebih mudah, sehingga keberlanjutan pelayanan prasarana dan sarana
lebih efektif

Tahun 2008 ini, Pokja AMPL akan melakukan kegiatan yakni penguatan
kapasitas POKJA melalui : pelatihan, diskusi dan kunjungan ke
Kabupaten/Kota AMPL; meningkatkan pembinaan dan fasilitasi Kebijakan
Nasional AMPL-BM pada daerah baru; monitoring pelaksanaan Kebijakan
AMPL-BM pada daerah AMPL (10 Kabupaten/Kota); sosialisasi program AMPL
(Kebijakan Nasional dan Renstra AMPL Provinsi) dan melakukan
monitoring pelaksanaan Renstra AMPL daerah; sinkronisasi tugas Pokja
Provinsi dan TKP Pamsimas serta Pokja ISSDP dalam rangka pembinaan
Pokja Kabupaten/Kota; meningkatkan peran serta lintas sektor dalam
pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih dan
sanitasi; dan mengembangkan strategi komunikasi tentang kebijakan dan
program AMPL-BM.

Dengan melihat kesiapan ketiga provinsi itu, tampaknya replikasi
program ISSDP di daerah dengan melibatkan Pemprov akan berlangsung
lancar. Kita tunggu saja.

Dari:
http://issdp.ampl.or.id/v2/index.php?option=com_content&task=view&id=144&Itemid=1

Færðu inn athugasemd

Skráðu umbeðnar upplýsingar að neðan eða smelltu á smámynd til að skrá þig inn:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Breyta )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Breyta )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Breyta )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Breyta )

Tengist við %s

%d bloggers like this: