Færðu inn athugasemd

Ifthar, Latihan peduli sesama dalam mencari Redha Allah

Ifthar


Oleh Buya H Mas’oed Abidin

Sabda Rasulullah Shallalahu ‘alaihi Wa Sallam, “manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan ifthar (berbuka puasa)” (HR.Bukhari, Muslim dan lain-lainnya).

Berbuka puasa (iftharus-shaim) di kala terbenamnya matahari (masuknya waktu maghrib) suatu keharusan (sunnah) dilakukan oleh setiap orang yang berpuasa, sama seperti suruhan mengerjakan sahur sebelum fajar masuk. Puasa seorang muslim di mula dengan makan sahur dan di akhir dengan ifthar setiap harinya. Dikuatkan oleh Firman Allah QS.2:187.

Tersimpullah bahwa “berbuka puasa (ifthar)” dan “makan sahur” adalah pembeda antara puasa Muslim dengan kalangan lainnya, sejak masa dahulu hingga zaman kini, dengan tumbuhnya beragam ritual-upawasa tanpa bimbingan wahyu Allah, semata hasil rekayasa pikiran manusia tanpa bimbingan agama samawi.

Pentingnya berbuka puasa ditemui dalam banyak penjelasan Rasulullah SAW, antara lain. “Apabila dihidangkan makanan malam hendaklah kamu dahulukan makan sebelum shalat maghrib, dan janganlah kamu menagguhkannya” (HR.Bukhari Muslim).

Berbuka puasa adalah satu sunnah qauliyah (ucapan Rasulullah SAW), dan dalam fi’liyah (perbuatan Rasulullah SAW) dalam kesaksian hadist,“Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa buah ruthab sebelum shalat. Seandainya tidak ada, beliau berbuka dengan beberapa buah tamar dan bila (tamar) tidak ada, beliau berbuka dengan beberapa teguk air.” (HR.Abu Daud dan Daruquthni).

Bimbingan Sunnah Rasulullah ini, amat menganjurkan berbuka puasa sesederhana mungkin, supaya terhindar dari celaan perangai syaithan. Berbuka puasa tidak mesti dengan persiapan materi “perbukaan” yang berlimpah jenisnya, atau mahal harga, yang akhirnya terbuang percuma, seperti ditemui dalam acara “berbuka bersama”yang mubazir.

Ajaran berbuka puasa (iftharus-shaaim) yang benar, adalah sederhana, hemat, tidak mubazir, tidak loba dan tamak terhadap materi, meletakkan sesuatu di tempatnya, dan tidak membuang-buang secara percuma. Melalui ajaran berbuka puasa (ifthar) dipupuk sikap terpuji dan moral mulia, tidak semata ukuran materi duniawi. Etika akhlaq mulia itu terpantau dari keakraban dan peduli dengan nasib orang lain yang hidup disekitarnya.

Berbuka puasa (iftharus-shaaim) dengan mengulurkan bantuan kepada orang yang belum bernasib baik (fakir dan miskin) sehingga berkesempatan menikmati betapa nikmat, sedap, dan gembira berbuka puasa bersama (ifthar al-jamaa’i) itu.

Di Ranah Minang kebiasaan ini telah lama tumbuh dalam hubungan kekeluargaan di kampung-kampung dalam suatu persenyawaan adat dan Islam, turun temurun, dalam “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”, dengan tatanan ”ma anta pabukoan”, berbuka bersama di masjid-masjid, dan shalat maghrib ber-jamaah.

Kepuasan berbuka puasa secara hakiki tersimpan pada kerelaan memberi kepada orang lain manakala waktu berbuka tiba walau hanya berupa sebuah korma, sebuah pisang, atau hanya seteguk air, secara ikhlas mengharap redha Allah.

Di sinilah letak makna sebenarnya dari berbuka puasa bersama (ifthar) itu. Sabda Rasulullah SAW, “siapa saja yang memberikan perbukaan kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala sebesar pahala puasa orang yang diberinya perbukaan, tanpa mengurangi sedikitpun pahala puasa orang yang diberi itu,” (Al Hadist).

Melalui ifthar (berbuka puasa bersama) didapat peluang besar meningkatkan pemahaman kualitas, serta kuantitas pahala puasa, di bulan Ramadhan pintu dan kesempatan merebut pahala terbuka lebar. Semoga kita mampu meraihnya, Insya Allah.

Færðu inn athugasemd

Skráðu umbeðnar upplýsingar að neðan eða smelltu á smámynd til að skrá þig inn:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Breyta )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Breyta )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Breyta )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Breyta )

Tengist við %s

%d bloggers like this: