Færðu inn athugasemd

Gamawan dan Mas’oed Prihatin Zakat Maut, Berita Harian Singgalang, Rabu 17 September 2008, halaman 2.

Home arrow Info Utama arrow Info Utama arrow Gamawan dan Mas’oed Prihatin Zakat Maut
Gamawan dan Mas’oed Prihatin Zakat Maut
Rabu, 17 September 2008

ImagePadang, Singgalang
Kasus pembagian ‘zakat maut’ yang menimbulkan korban 21 orang di Pasuruan, Jawa Timur juga menimbulkan keprihatinan Wakil Presiden Jusuf Kalla, juga banyak pihak di daerah ini, termasuk Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi dan Buya Masoed Abidin. Untuk itu, dia berharap para pembayar zakat untuk menggunakan manajemen yang tepat dalam penyalurannya. Pemberian zakat kepada yang berhak menerima menurut Gubernur melalui Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Devi Kurnia kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (16/9) merupakan hal yang positif. Tapi jangan sampai niat baik itu berujung pada hal-hal tidak diinginkan seperti kejadian di Pasuruan.

Selain dapat memanfaatkan badan amil zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya mustahiq atau pembayar zakat dapat juga memanfaatkan masjid sebagai lembaga penyaluran. Lembaga ini dinilai lebih kapabel dalam menjalankan fungsi penyaluran dan diyakini tidak akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. “Tapi kalau tetap menyedot masyarakat secara luas, harus melibatkan pihak keamanan atau kepolisian,” imbuhnya.

Namun masyarakat diharapkan untuk tidak terpancing bila ada orang kaya atau para dermawan yang ingin memberi uang atau barang. “Masyarakat harus hati-hati dan bila tetap berkeinginan jangan sampai berdesak-desakan. Harus disiplin dan antri dengan baik,” ujarnya.

Di Sumbar, BAZ atau LAZ sendiri sejak jauh hari sudah diminta gubernur untuk melakukan koordinasi. Terutama dalam penyaluran, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Bagaimana pun, BAZ Provinsi pastinya akan memberikan atau menyalurkan zakat yang diterima ke kab/kota. “Supaya tidak tumpang tindih diharapkan koordinasinya,” ulasnya.

Sementara itu, mantan Ketua BAZDA Sumbar, Buya Mas’oed Abidin juga merasa prihatin dengan nasib para korban rebutan zakat di Pasuruan tersebut. Dia malah geram melihat prilaku sombong pemberi zakat. “Pemerintah perlu mengambil tindakan tegas terhadap orang kaya sombong itu, karena mereka termasuk pada pembunuh,” katanya kepada Singgalang kemarin.

Sebenarnya, orang kaya katanya tidak perlu sombong. Karena, kekayaan, kepintaran, ilmu dan lainnya yang dimiliki manusia di dunia hanya lah pinjaman Allah SWT. Suatu saat bila Allah berkehendak, maka kekayaan atau apa yang dimiliki saat ini bisa diambil kembali oleh-Nya. “Kaum dhuafa sendiri seharusnya tidak mendekati orang-orang kaya yang sombong itu,” sesalnya.

Buya menyebutkan, bila mau membayar zakat maka belajarlah kepada orang yang pintar yakni Rasullah. Allah sendiri telah menetapkan supaya pembayaran zakat aman dan tertib, maka pembayarannya dapat dilakukan melalui amil zakat. “Ini ada dalam surat At Taubah ayat 60,” jelasnya.

Amil lanjut Buya sangat banyak. Seharusnya dapat dimanfaatkan dan tidak perlu mengundang orang berduyun-duyun ke rumah mereka yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, dana yang diberikan hanya Rp30ribu.

Belajar dari kejadian itu, seharusnya di Kota Padang atau Sumbar tidak ikut dilakukan. Supaya, tidak menimbulkan korban jiwa atau hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari itu, BAZ atau LAZ sebagai lembaga amil diharapkan jangan sampai membuat birokrasi. “Terima masyarakat atau muzakki harus dilayani dengan senyum dan jangan membentak-bentak mereka saat datang. Jangan pula berlakukan birokrasi, karena pimpinan BAZ bukan birokrat,” ingat Ketua BAZDA Sumbar pertama itu.

Wapres prihatin
Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan peristiwa tewasnya 21 orang dalam pembagian zakat di Pasuruan merupakan hal yang sangat tragis. “Ini peristiwa paling tragis. Suatu upaya niat baik tapi hasilnya tragis,” kata Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa pada Antara.

Wapres dalam kesempatan itu baik sebagai pemerintah maupun pribadi mengucapkan bela sungkawa dan turut berduka cita kepada para keluarga korban. Lebih lanjut Wapres berharap di kemudian hari tidak ada lagi peristiwa tragis seperti ini.

Menurut Wapres musibah yang terjadi di Pasuruan terjadi karena sistem pembagian zakat yang kurang baik. Wapres menyarankan berdasarkan pengalaman pribadi keluarganya yang setiap tahun membagikan zakat, pembagian harus dilakukan dengan cepat sebelum pukul 07.00. Selain itu, tambahnya bisa dilakukan dengan cara memberikan kupon kepada para calon penerima zakat.tersangka

Antara juga melaporkan Polresta Pasuruan, Jawa Timur, menetapkan H Farouk sebagai tersangka kasus insiden pembagian zakat yang menyebabkan 21 orang tewas dan 13 lainnya dirawat di rumah sakit.\ Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Jakarta, Selasa, mengatakan, Farouk adalah salah satu putera H Syaikhon, pengusaha yang membagikan zakat di Purworejo, Pasuruan.

Farouk ini adalah orang yang menjadi penyelanggara pembagian zakat. Dia yang mengurusi soal zakat,” katanya. Ia mengatakan, tersangka dijerat dengan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia atau luka. Polisi menetapkan tersangka setelah meminta keterangan 18 orang saksi termasuk lima orang dari kalangan penerima zakat.

Penyidik, juga akan meminta keterangan dari dokter untuk memastikan penyebab kematian 21 orang. Abubakar menilai, lokasi pembagian zakat dinilai tidak layak karena pintu pagar hanya memuat satu orang sedangkan yang datang ribuan orang. Untuk itu, Polri meminta kepada masyarakat untuk membagikan zakat lewat lembaga atau panitia zakat agar kejadian di Pasuruan tidak terulang.o104


Auglýsingar

Færðu inn athugasemd

Skráðu umbeðnar upplýsingar að neðan eða smelltu á smámynd til að skrá þig inn:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Breyta )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Breyta )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Breyta )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Breyta )

Tengist við %s

%d bloggurum líkar þetta: