Færðu inn athugasemd

MASJID MENGHADAPI TUNTUTAN GLOBAL

Surau Singgalang

(HU.Singgalang, Syiar Ramadhan, Kamis 25 Juli 2013 – 17 Ramadhan 1434H, hal.A-6)

 

Menggerakkan potensi masyarakat secara maksimal dan terpadu dengan menghidupkan masjid atau surau adalah bagian dari upaya mencerdaskan umat dan menanamkan budi pekerti (akhlaq) Islami.  

Adalah suatu kemestian mendorong gerak pembangunan fisik dan non-fisik dari masjid melalui kemandirian yang menjadi tumpuan harapan bagi pembinaan anak nagari. Seiring perkembangan zaman, masyarakat memerlukan pengurusan masjid yang berkualitas. Beberapa kalangan, terutama kalangan menengah berduit dan terpelajar yang mendasarkan pengalaman di rantau, memerlukan membangun masjid (surau) bukan asal-asalan dengan kualitas seadanya. Ada dorongan keras untuk menjadikan masjid (surau) sebagai wadah menghasilkan SDI (Sumber Daya Insani) yang sanggup mandiri dan berguna oleh pasar tenaga kerja. 

GambarDi Minangkabau atau Sumatera Barat, masjid menjadi lembaga yang lebih bersifat akomodatif. Mampu melahirkan orang-orang surau yang terampil, cakap dan tabah. Pengalaman ini, mendorong prakarsa masyarakat Muslim mengembangkan masjid atau surau dengan inisiatif masyarakat di tengah komunitas lingkungannya sendiri. Namun, karena perubahan global terjadi juga stagnasi yang signifikan. Maka jalan keluarnya tentulah dengan pembenahan organisasi dan manajemen masjid merujuk kepada sejarah mula berdiri serta peran sesungguhnya dari masjid itu.

Membangun masjid bukan sekedar memperindah bentuk untuk dilagakkan bila di dalamnya kosong dengan kegiatan. Ibarat kehidupan tak berjiwa. Alangkah meruginya Umat Islam, bila tidak kunjung menggunakan modal tak ternilai jumlahnya ini. Senyatanya masjid adalah sumber kekuatan membangun umat.

Program Kembali ke Masjid bermakna mengisinya dengan kegiatan Islami. Masjid yang hidup dan dinamis akan berperan menaikkan jiwa umat mencapai taraf kemakmuran hidup lebih baik.

Para ahli yang menyintai umat akan menjadikan masjid tempat pembinaan penghidupan dan kehidupan melalui pelatihan dan keterampilan kreatif. Persoalan penghidupan masyarakat kebanyakan, terutama dikampung dan juga dikota sebenarnya adalah masalah sederhana seperti bagaimana mencari dan memenuhi kehidupan. Soal berdagang dan manggaleh. Bagaimana mempertinggi hasil pendapatan. Seni kehidupan di pasar dan memerhatikan anak yang belum sekolah yang belum kunjung dapat dipecahkan dengan teori ekonomi yang hebat.

Masjid yang hidup sebagai pusat pembinaan akan menghidupkan jiwa jamaahnya dengan memiliki Izzah atau kemuliaan keperibadian yang amat berguna untuk siap berkecimpung dalam masyarakat ramai dari berbagai ragam coraknya.

Penguatan umat ditengah perubahan cepat arus globalisasi menompangkan pula gelombang penetrasi budaya luar (asing). Hal itu dinyana telah mengubah perilaku masyarakat dan praktek pengelolaan asset umat. Bahkan, perkembangan norma adat istiadat yang lazim telah pula terabaikan. Perubahan perilaku mengedepan adalah perebutan prestise berbalut kebendaan yang sangat individualis atau nafsi nafsi. Pencapaian hasil kebersamaan (kolektif) menjadi kurang diminati daripada kebanggaan pencapaian hasil perorangan (individual).

Sebagai masyarakat beradat dan beradab dengan pegangan agama Islam maka fungsi peran masjid mestinya memberikan pelajaran mengutamakan prinsip hidup berkeseimbangan.

Allah SWT mengingatkan, Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya. Maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.5 al Maidah ayat 105).

Syariat Islam menghendaki keseimbangan antara hidup rohani dan jasmani. Keselarasan antara dunia dan akhirat. Agama Islam mendorong kepada usaha mandiri sebab membiarkan hidup dalam kemiskinan tanpa upaya adalah salah. Kemiskinan  membawa kepada kekufuran (ke-engkaran) (Hadist).

Disinilah masjid berperan utama. Wallahua’lamu bis-shawaab.***

Auglýsingar

Færðu inn athugasemd

Skráðu umbeðnar upplýsingar að neðan eða smelltu á smámynd til að skrá þig inn:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Breyta )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Breyta )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Breyta )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Breyta )

Tengist við %s

%d bloggurum líkar þetta: